Tiga ruang belajar SDN Kutanegara II Karawang ambruk saat hujan deras. FOTO: telusur.co.id/Dudun Hamidullah

telusur.co.id– Tiga ruang belajar di kelas jauh  SDN Kutanagara II, Kecamatan Ciampel, ambruk setelah diterjang hujan deras.

Agar siswa tetap bisa belajar, pihak Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) meminjam balandongan atau balai musyawarah milik warga untuk dijadikan ruang kelas darurat.

“Ruang kelas yang ambruk itu merupakan kelas jauh SDN Kutanegara II, yang SD induknya terdapat di Kampung Dampa, Desa Kutanegara, Kecamatan Ciampel,” ujar Sekretaris Dosdikpora, Nandang Mulyana, Jumat (2/11/18).

Kelas jauh itu, kata Nandang, sengaja untuk mendekatkan siswa dengan tempat belajarnya. Sebab, jika mereka bersekolah di SD induk harus menempuh perjalanan ribuan meter.

“Letaknya memang sangat terpencil. SD itu digunakan oleh anak-anak Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH),” jelas Nandang.

Menurutnya, Disdikpora saat ini sedang berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait agar anak-anak tetap bisa belajar.

Karena sekolah itu berada di tempat terpencil, solusi sementara adalah meminjam balandongan warga untuk dijadikan tempat belajar.

Disebutkan juga, siswa kelas jauh SDN Kutanagara II memang semuanya hanya terdiri dari tiga ruang kelas. Jumlah siswanya pun sedikit sekira 80 murid saja.

“Kelas jauh disiapkan agar anak-anak di desa hutan tetap bisa menuntut ilmu. Pasalnya, jika lokasi sekolah terlampau jauh, dikhawatirkan mereka enggan beraekolah,” kata Nandang.

Persitiwa ambruknya tiga ruang kelas jauh SDN Kutanegara II itu, sudah dilaporkan kepada Bupati Cellica Nurrachadiana. Diharapkan, ruang kelas yang ambruk tersebut dibangun kembali dalam waktu tidak lama.[far]

Bagikan Ini :