telusur.co.id – Koordinator Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto – Sandiaga Uno, Dahnil Anzar Simanjuntak, menyayangkan sikap Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang tidak mempedulikan aksi guru honorer K2 yang melakukan unjuk rasa sampai menginap di jalanan seberang Istana.

Menurut Dahnil, seharusnya Jokowi menemui para guru honorer tersebut. Dia mengaku tak tahu kenapa Jokowi tak mau menemui para demonstran itu.

“Ya saya gak tahu, harusnya ditemui. Mungkin dulu udah kadung janji ya, kemudian sekarang sulit ditepati. Atau mungkin Pak Jokowi sedang sibuk persiapan (peluncuran) esemka, saya gak tahu,” kata Dahnil di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (3/11/18).

Karenanya, kata Dahnil, Prabowo-Sandi berjanji akan memprioritaskan para pegawai honorer, bukan cuma guru, tapi juga yang lain yang sudah lama mengabdi kepada negara.

“Makanya Pak Prabowo dan Bang Sandi akan berusaha menawarkan dan berjanji untuk memprioritaskan teman-teman PNS fungsional,” terangnya.

Menurut Dahnil, yang pertama kuncinya adalah kesejahteraan. Karena yang menjadi masalah dari honorer adalah persoalan kesejahteraan.

“Nah kalau status, tentu tadi ya regulasi. Itu kan kita nanti akan berusaha mengkaji itu dengan DPR, kalo usia mereka 35 ke atas kita pastikan apakah regulasi bisa diperbaiki kemudian mereka bisa diterima dan diangkat sebagai ASN. Tapi insya Allah itu jadi prioritas utama kita terkait dengan guru honorer dan honorer lainnya,” tandasnya.[far]

Bagikan Ini :