Net

telusur.co.id- Wakil Sekretaris Jenderal DPP Partai Demokrat turut bersuara terkait adanya aksi demonstrasi dari warga Boyolali sebagai sikap protes terhadap pidato calon presiden nomor urut dua Prabowo Subianto soal ‘Tampang Boyolali’ yang dianggap sebagai penghinaan.

Andi mengaku mengenal warga Boyolali, sebagai orang-orang yang suka humor.

“Warga Boyolali yang saya kenal suka humor dan tidak gampang tersinggung,” tulis Andi lewat akun Twitternya @Andiarief__, Minggu (4/11/18).

Baca juga: Warga Tuntut Minta Maaf, Ini Video Lengkap Prabowo Soal Tampang Boyolali

Andi curiga, adanya aksi protes atapun demokntrasi atas pidato mantan Danjen Kopassus itu, merupakan pesanan dari lawan politiknya yang disebutnya berasal dari Jakarta.

Baca juga: Pidato Prabowo ‘Tampang’ Boyolali, Sandi: Esensinya Ada Ketimpangan

“Kalau ada yang protes rame sampai demo soal “tampang boyolali”, mungkin order dari Jakarta,” cuit Andi.

Sebelumnya, warga Boyolali tergabung dalam Forum Boyolali Bermartabat (FBB) deklarasi Boyolali Bermartabat di Gedung Mahesa, Boyolali, Jawa Tengah, Minggu (4/11/18).

Deklarasi tersebut merupakan reaksi warga atas pidato Prabowo soal ‘tampang Boyolali’ yang viral di media sosial. Pidato itu diucapkan Prabowo di hadapan pendukungnya saat meresmikan posko kemenangan di Kecamatan Banyudono, Boyolali, Jawa Tengah, Selasa lalu.

Warga datang konvoi menggunakan sepeda motor dan mobil masuk ke dalam gedung dengan membawa spanduk bertuliskan “Save Tampang Boyolali”, “Prabowo Harus Minta Maaf”, ” Prabowo Lecehkan Warga Boyolai”, “Boyolali Bermartabat”, ” Boyolali Rukun”, dan lainnya.

Prabowo juga dilaporkan terkait pidatonya tersebut oleh seorang warga Boyolali bernama Dakun di Polda Metro Jaya.

“Itu terkesan miskin dan tidak pernah masuk mal atau hotel. Padahal, yang namanya hotel di Jakarta ini saya sendiri contohnya sering (ke hotel dan mal),” ujar Dakun.

Dalam laporan itu, Dakun membawa bukti-bukti berupa video pidato Prabowo, beberapa screenshot pemberitaan, pun transkrip pidato Prabowo. Prabowo pun diancam Pasal 28 ayat 2 Juncto Pasal 45A ayat 2 UU RI Nomor 19 tentang ITE dan atau Pasal 4 huruf b angka 2 Juncto Pasal 16 UU RI Nomor 40 tahun 2008 tentang Penghapusan Diskriminasi Ras dan Etnis dan atau Pasal 156 KUHP.[far]

 

Bagikan Ini :