telusur.co.id- Koordinator Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Dahnil Anzar Simanjuntak, angkat bicara terkait tudingan Prabowo marah-marah dan geram kepada emak-emak saat berpidato di Ponorogo, Jawa Timur.

Menurut Dahnil, sikap Prabowo bukan marah, namun menegur emak-emak yang berisik saat berebut buku yang dibagikan. Apalagi, Prabowo sering spontan menegur siapa saja yang dianggap salah.

“Pak Prabowo menegur bukan marah-marah. Mungkin karena intonasinya teman-teman liat tinggi. Tapi Pak Prabowo itu ke siapa saja kalau ada yang keliru yang dianggap tidak pantas itu biasanya beliau menegur langsung,” ujar Dahnil di kawasan Cikini, Jakarta, Sabtu (3/11/18).

“Beliau ini kan orangnya spontan, jadi ketika melihat pada saat itu ibu-ibu, bapak-bapak di situ berisik ketika pembagian buku sedangkan Pak Prabowo sedang saat itu sedang berpidato, beliau langsung menegur itu,” tambahnya.

Watak Prabowo yang demikian, kata Dahnil, lantaran ia bukanlah pribadi yang suka pura-pura. Jika ada yang dianggap keliru, imbuh Dahnil, maka tak segan mantan Danjen Kopasus itu spontan menegur.”tidak suka pura-pura, jadi ketika ada yang salah beliau menegur langsung,” paparnya.

Sebelumnya, Prabowo Subianto tampak geram saat hadir di tengah warga Ponorogo. Hal itu lantaran melihat emak-emak berebut buku berjudul ‘Paradoks Indonesia’ yang dibagikan tim Prabowo saat dirinya berpidato.

“Saudara mau diam atau saya yang bicara, saudara naik ke sini. Kalau mau sopan saya bicara dulu, ini ingin lanjut atau tidak. Jangan ribut sendiri,” kata Prabowo.[far]

Bagikan Ini :