Ketua Umum Partai Perindo Harry Tanoe/ Ab-telusur.co.id

telusur.co.id-Sistem Ekonomi Indonesia yang menganut sistem ekonomi Neoliberalisme menyebabkan Yang Kaya semakin kaya dan Yang Miskin bertambah miskin. Kebebasan ekonomi dibuka seluas-luasnya, diserahkan kepada mekanisme pasar. Pemerintah berperan hanya sebagai wasit, tanpa ikut campur tangan. Peluang ini menguntungkan para pemilik modal besar dari dalam dan luar negeri.

Hal ini dikatakan Harry Tanoe Soedibyo dalam acara Pertemuan dengan Para Caleg Dan Pengurus DPD Partai Perindo SeJawa Barat di Lido Bogor, (3/11/18).
Lebih lanjut dikatakan Ketua Umum Partai Perindo ini, dengan sistem ekonomi semacam ini membuat pelaku ekonomi kelas menengah kebawah / UKM banyak yang terpuruk, bahkan gulung tikar. “Kalau kita lihat dari segi pekerjaan bangsa kita, 90 perosen Kerja Serabutan, penghasilannya tidak menentu”, tandasnya.
Peserta pertemuan Caleg dan Pengurus Partai Perindo se Jabar, Lido, Bogor/telusur.co.id

Juga disebutkannya, salah satu indikator kemiskinan di bidang pendidikan tinggi.Menurut HT sapaan akrabnya, total generasi muda yang bisa menikmati Perguruan Tinggi, hanya 13 %. “Ini karena ekonomi mereka tidak mendukung. Kalau begini bagaimana Indonesia mendatang”, katanya dengan nada perihatin.

“Kehadiran Caleg Potensial yang dapat membawa suara rakyat di Lembaga Legislatif nanti harus dapat memberikan jawaban persoalan bangsa yang sedang kita hadapi ini agar Indonesia betul-betul sejahtera dapat dirasakan oleh semua anak bangsa negeri ini”, katanya dengan semangat.
Sementara itu  Azkar Badri, Caleg DPR RI dapil Kota Bogor dan Cianjur Jawa Barat 3, mengatakan dalam konteks partisipasi pelaku ekonomi kelas bawah, seharusnya negara hadir mengambil peran agar banyak lahir pelaku-pelaku baru ekonomi.
Tumbuh dan berkembang UKM-UKM yang bermuara kepada pemerataan kesejahteraan, tanpa negara campur tangan, memberikan peluang besar dalam pembinaannya secara komprehensif. Sulit melahirkan banyak generasi baru pelaku ekonomi. “Bukankah pengusaha besar lahir dari bawah juga”.
Untuk daerah Jawa Barat, misalnya Kota Bogor dan Cianjur, banyak anak-anak muda yang energik, kreatif dan inovatif membuka usaha kelas UKM. Hendry salah contoh buka usaha pembuatan Kusen, Gerobak, Rak dan lainnya dari Alumunium berjalan dengan baik. Meskipun kadang repot menerima permintaankonsumen lantaran modalnya masih pas-pasan.
“Saya katakan, insha Allah nanti kita buat koperasi atau lembaga sejenisnya, kita bina biar bisa berkembang”. Kata Azkar mengakhiri perbincangan dengan telusur.co.id.[Iska).
Bagikan Ini :