Cawapres Sandiaga Salahuddin uno/Net

telusur.co.id- Eksekusi mati terhadapTuti Tursilawati, buruh migran asal Majalengka, Jawa Barat, oleh pemerintah Arab Saudi, mendapat perhatian dari Calon Wakil Presiden nomor urut dua, Sandiaga Salahuddin Uno.

Sandi meminta semua pihak untuk bergerak dan bekerjasama dalam rangka menyelamatkan nasib warga negara Indonesia baik di dalam maupun di luar negeri.

“Kita bergerak cepat untuk melindungi seluruh tenaga kerja Indonesia baik di Indonesia dan luar negeri. Jangan sampai kejadian Ibu Tuti sebagai pahlawan devisa bisa terulang kembali,” ujar Sandi di Makassar, Sulawesi Selatan, Minggu (4/11/18).

Menurut Sandi, langkah Prabowo Subianto yang menyelamatkan Wilfrida Soik, buruh migran asal Belu, Nusa Tenggara Timur (NTT), dari hukuman mati di Malaysia pada 2013 lalu, patut menjadi contoh.

“Beliau (Prabowo) terbang ke sana bawa lawyer sendiri dan akhirnya berhasil membebaskan Wilfrida dari jeratan hukuman mati,” ungkapnya.

Oleh sebab itu, mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta ini meminta tak hanya pemerintah, seluruh komponen bangsa yang peduli terhadap Hak Asasi Manusia (HAM), hendaknya turut serta menyelamatkan nyawa putra-putri bangsa yang sedang diancam hukuman.

“Kita pastikan langkah kita cepat untuk para TKI yang diancam hukuman mati. Jangan sampai terlambat untuk advokasi,” imbuhnya.

Kejadian yang menimpa Tuti, kata Sandi, patut menjadi contoh. Indonesia tidak boleh lagi kecolongan terhadap hukuman mati kepada WNI.

“Kita pastikan semua berpotensi terancam hukuman mati. Kita lakukan pembelaan ke depannya,” tandasnya.[Ipk]

Bagikan Ini :