telusur.co.id – Sekjen Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Raja Juli Antoni dilaporkan ke Bawaslu RI oleh Solidaritas Advokat Penjaga Demokrasi (Sapda) 5. lantaran menyebut ‘Tak ada partai kecuali Gerindra yang serius menangkan Prabowo-Sandi’ dan pernyataan ‘Prabowo sosok yang emosional’.

Menanggapi pelaporan tersebut, Raja Juli mengakui bahwa statement yang dilontarkannya adalah pernyataan pers. “Itu sebuah pernyataan pers. Boleh setuju boleh tidak,” kata Raja Juli saat dikonfirmasi, Sejin (5/11/18).

Raja Juli sendiri mengimbau, jika ada yang tidak setuju dengan pernyataan persnya, silahkan dibantah, bukannya dilaporkan.

“Kalau gak setuju bantah saja, kenapa lapor ke Bawaslu? Tapi silahkan saja lapor, jangan-jangan diketawain orang se-Indonesia karena mengada-ada,” ucapnya.

Sebelumnya, Penjaga Demokrasi (Sapda) 5 melalui kuasa hukum Yandri Sudarso mengatakan, pernyataan Raja Juli sangat bertentangan dengan Deklarasi Kampanye Pemilu Damai 2019 yang salah satu pointnya adalah “Melaksanakan kampanye pemilu yang aman, tertib, dan damai, berintegritas, tanpa hoaks, politisasi SARA dan politik uang”.

“Adapun pernyataan Raja Juli dalam kedudukannya sebagai Wakil Sekretaris Tim Kampanye Nasional (TKN) capres-cawapres Jokowi-Ma’ruf Amin tersebut , maka patut diduga telah melanggar ketentuan daripada PAsal 280 ayat (1) butir c dan d J o. Pasal 521 UndangUndang Nomor 7 Tahun 2017 Tentang Pemilu,” kata Yandri.[far]

Bagikan Ini :