Ketua DPP Partai Demokrat, Rachland Nashidik. foto net

telusur.co.id- Polemik potongan pidato dari calon presiden nomor urut dua, Prabowo Subianto soal ‘tampang Boyolali’ yang viral di media sosial, ikut ditanggapi oleh Wakil Sekretaris Jenderal DPP Partai Demokrat, Rachland Nashidik.

Rachland menilai, tidak ada yang dirugikan dari pidato mantan Danjen Kopassus itu.

“Kalau membuatnya jadi kasus pidana, seolah itu ‘ujaran kebencian’. Nah, itu berlebihan dan enggak berdasar. Sebenarnya bahkan merugikan kebebasan sipil dan demokrasi kita,” tulis Rachland  dalam akun twitternya @RachlanNashidik, Senin (5/11/18).

Baca juga: Soal “Tampang Boyolali”, Fahri Hamzah: Maksud Bapak Baik, Tapi Politik Rumusnya Lain

Pidato Prabowo yang menjadi viral itu diketahui saat dirinya meresmikan Posko Badan Pemenangan Prabowo-Sandi Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, Selasa lalu.

Tak terima dengan Pidato tersebut, salah seorang warga Boyolali yang tinggal di Ibu Kota melaporkan Prabowo ke Polda Metro Jaya dengan dugaan penyebaran ujaran kebencian.  Selain itu, ribuan warga Boyolali juga turun ke jalan memprotes.

Baca juga: Andi Arief Duga Protes Soal “Tampang Boyolali” Order dari Jakarta

Rachland menyindir, mempersilahkan pihak-pihak yang mempunya niat mempolitisasi pidato Prabowo tersebut.

Baca juga: Warga Tuntut Minta Maaf, Ini Video Lengkap Prabowo Soal Tampang Boyolali

“Mempolitisir becandaan ‘tampang Boyolali’ itu enggak apa-apa. Pak Prabowo tinggal bilang maaf, tak bermaksud buruk,” demikian Rachland.[Ipk]

Bagikan Ini :