Gedung Bawaslu RI. FOTO: telusur.co.id/Fahri Haidar

telusur.co.id- Solidaritas Advokat Penjaga Demokrasi (Sapda) 5 melaporkan Sekjen Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Raja Juli Antoni ke Bawaslu RI, Senin (5/11/18).

Kuasa Hukum Sapda 5, Yandri Sudarso mengatakan, bahwa Raja Juli Antoni pada hari Kamis tanggal 1 November 2018 dalam kedudukannya sebagai Wakil Sekretaris Tim Kampanye Nasional (TKN) capres-cawapres Jokowi-Ma’ruf Amin memberikan pernyataan yang bemuansa provokatif di media massa, yakni di Liputan6.com dengan menyatakan bahwa “Tak Ada Partai Kecuali Gerindra Serius Menangkan Prabowo Sandi” dan di Akurat.co dengan menyatakan bahwa “Prabowo Sosok yang Emosional”.

Menurut Yandri,  pernyataan Raja Juli yang dalam kedudukannya sebagai Wakil Sekretaris Tim KAmpanye Nasional (TKN) capres-cawapres Joko Widodo-MA’ruf Amin di media massa tersebut, sangat bertentangan dengan Deklarasi Kampanye Pemilu Damai 2019, yang salah satu pointnya adalah,‘ ‘Melaksanakan kampanye pemilu yang aman, tertib, dan damai, berintegritas tanpa hoaks, politisasi SARA, dan polittk uang”.

“Jadi, kami mendampingi pelapor untuk melaporkan saudara Raja Juli Antoni karena ada dugaan melanggar pasal 280 ayat 3 butir c dan d UU pemilu,” kata Yandri di kantor Bawaslu RI, Jakarta Pusat, Senin (5/11/18).

Yandri menjelaskan, di pasal 280 ayat 3 butir c diterangkan, bahwa pelaksana pemilu  peserta pemilu atau timses paslon dilarang menghina seseorang atau masyarakat, atau salah satu paslon.

“Jadi, kami membaca di dalam liputan6 dan akurat dikatakan bahwa bapak Prabowo sosok emosional, kemudian di dalam akurat.co dinyatakan tidak ada partai kecuali Gerindra yang serius memenangkan Prabowo-Sandi,” terangnya.

Menurut pelapor, kata Yandri, hal ini menghina, menghasut dan mengsdu domba peserta pemilu dan partai pendukung. Sebagai barang bukti, pihaknya menyerahkan print out dari  laman internet liputan6, akurat.co dan detik.

“Laporan sudah diterima, di dalam pernyataan jelas disampaikan tidak ada partai kecuali Gerindra yang serius memenangkan Prabowo-Sandi, Prabowo sosok emosional, ini bagi pemilih sebuah hasutan kepada pemilih,” tambahnya.

Yandri menilai, pemyataan Raja Juli tersebut hanya berdasarkan asumsi pribadi dengan tanpa bukti bahkan cenderung menuduh, menghasut, mengadu domba, dan menghina Prabowo beserta partai-partai pendukungnya, yang dalam hal ini sebagai calon presiden dan/atau peserta Pemilu yang lain.

“Adapun pernyataan Raja Juli dalam kedudukannya sebagai Wakil Sekretaris Tim Kampanye Nasional (TKN) capres-cawapres Jokowi-Ma’ruf Amin tersebut , maka patut diduga telah melanggar ketentuan daripada PAsal 280 ayat (1) butir c dan d J o. Pasal 521 UndangUndang Nomor 7 Tahun 2017 Tentang Pemilu,” tandasnya.[Ipk]

Bagikan Ini :