Koordinator Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Salahuddin Uno, Dahnil Anzar Simanjuntak. FOTO: Istimewa

telusur.co.id – Juru bicara pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Salahuddin Uno, Dahnil Anzar Simanjuntak menjelaskan pernyataan Prabowo terkait kebijakan impor.

“Pak Prabowo menyatakan akan stop impor pangan yang ugal-ugalan pada rezim petahana saat ini. Saya mau menjelaskan sedikit terkait hal tersebut,” jelas Dahnil melalui akun twitternya, Senin.

Pertama, beber dia, Prabowo ingin memastikan pemerintahan beliau nanti tidak membiarkan laku impor pangan dengan tujuan rente dengan melakukan kebohongan data supply komoditi seolah-olah pangan mengalami kelangkaan (Artificial scarcity) yang mengorbankan petani.

“Kedua, sejak awal, visi Prabowo adalah fokus pada keunggulan komparatif Indonesia disektor pertanian untuk memastikan kecukupan supply pangan dalam negeri. Meninggikan kesejahteraan petani dan melakukan modernisasi pertanian Indonesia,” katanya.

Ketiga, Prabowo menyatakan impor komoditi dan produk dilakukan karena terjadi real scarcity (kelangkaan yang nyata) bisa dipahami. Namun, bila impor terus karena tujuan rente melalui artificial scarcity harus dihentikan, dengan memperbaiki data dan kepemimpinan yang kuat.

Terakhir, bebernya, Prabowo akan fokus di 100 hari kepemimpinan beliau bersama Sandi Uno pada upaya mempersiapkan jalan revitalisasi pertanian dan energi menuju kedaulatan pangan dan meninggikan kesejahteraan petani, memastikan impor pangan bisa berkurang. (ham)

Bagikan Ini :