Wasekjen DPP Demokrat Andi Arief/Net

telusur.co.id- Wakil Sekretaris Jenderal DPP Partai Demokrat Andi Arief menilai, persoalan kebangsaan dewasa ini ialah masalah krisis pendapatan negara. Sebab, saat ini pendapatan pajak terus turun dan hutang semakin tinggi.

Hal tersebut disampaikan Andi lewat akun Twitternya @AndiArief__, Selasa (6/11/18).

Andi meminta, jika pemimpin turun ke lapangan itu membawa solusi, bukan emosi.

“Pak Prabowo rajin turun lapangan, Pak Jokowi rajin emosi. Padahal persoalan nyata ke depan adalah krisis pendapatan negara. Pajak yang terus melorot, hutang yang makin tinggi. Infrastruktur banyak mangkrak, program kerakyatan makin berkurang. Jangan sekedar turun dan makin emosi,” tulis Andi.

Selain persoalan perekonomian, Andi juga menyoroti masalah persatuan. Ia berdalih, tugas utama seorang presiden itu ialah menjag persatuan dan menghadirkan keadilan di tengah masyarakat.

“Tujuan menjadi Presiden itu sederhana sekali, menjaga persatuan dan keadilan dan mampu meningkatkan pendapatan negara. Semua teori ekonomi gak ada artinya tanpa pendapatan negara bertambah. Pendapatan negara bertambah gak menjadi penting kalau konflik tinggi dan keadilan hilang,” cuitnya.

Oleh sebab itu, Ia meminta kepada kedua pasangan capres baik Joko Widodo maupun Prabowo Subianto, dalam berkampanye hendaknya membicarakan cara menaikkan pendapatan negara dan menjaga persatuan kebangsaan.

“Pak Jokowi dan Pak Prabowo harus didorong untuk terus bicara cara menaikkan pendaoatan negara dan menjaga persatuan. Dua tema itu saja. Biar keduanya tidak menciptakan kegaduhan, tidak memproduksi masalah setiap hari. Wajah sosal media yg rusuh adalah wajah kedua capres kita,” imbuhnya.

“Para juru bicara kedua capres bwrdebat soal mimpi mereka sendiri, Tidak menggambarkan apa yang ada dibenak Capresnya. Capresnya ke arah selatan, jubirnya gak pake Waze,” tandasnya.[far]

Bagikan Ini :