telusur.co.id – Dalam pemilihan Presiden 2019, organisasi Pemuda Pancasila menyerahkan sepenuhnya kepada kader dalam memilih calon presiden dan calon wakil presiden.

Hal itu disampaikan Wakil Ketua Umum Bidang Organisasi dan Kaderisasi Pemuda Pancasila, Bambang Soesatyo, sebagaimana arahan dari Ketum PP.

“Pemuda Pancasila ada dimana-mana, tapi tidak kemana-mana. Kader-kader Pemuda Pancasila hampir ada di semua partai. Karenanya, kita tidak mengarahkan Pemuda Pancasila mendukung salah satu capres, agar tidak terjadi perpecahan di tubuh Pemuda Pancasila,” kata Bambang dalam keterangan kepada wartawan, Selasa (6/11/18).

Namun, lanjut Bambang, karena dirinya dari Partai Golkar yang menjadi salah satu parpol pengusung dan pendukung pasangan Joko Widodo-Ma’ruf Amin, berharap kepada kader PP yang hati nuraninya mendukung pasangan nomor pemilihan satu itu, harus bersikap ksatria.

“Ketika sumpah sudah diucapkan, maka semua tindakan dan perbuatan harus konsisten dan konsekwen berjuang hingga tetes darah penghabisan. Sebagaimana semboyan kami, Sekali layar terkembang, surut kita berpantang!”

Bambang yang juga menjabat sebagai Ketua DPR RI, kemarin bersama pimpinan PP menemui Presiden Jokowi di Istana Negara.

Dalam pertemuan, dibahas berbagai kondisi terkini yang dihadapi Bangsa Indonesia. Utamanya menyangkut keberlangsungan Pancasila sebagai ideologi negara dalam menghadapi tantangan dari kekuatan kelompok kanan dan kelompok kiri yang ingin memecah belah NKRI melalui berbagai isue, ujaran kebencian, dan berita bohong dalam ajang pesta demokrasi Pilpres dan Pileg tahun 2019 mendatang.

“Siapapun yang mengatakan bahwa Pancasila sudah usang, dan terus menerus menyebarkan kebencian dan hoax serta mencoba merongrong Ideologi Pancasila yang menjadi ruhnya Bangsa Indonesia. Maka sama saja ingin menghancurkan Indonesia,” kata eks Ketua Komisi III DPR RI itu.

Lebih lanjut disampaikan, dalam pertemuan tersebut Presiden Jokowi turut mengingatkan agar persatuan dan kerukunan bangsa terus dijaga. Sebuah bangsa akan maju jika seluruh elemen di tanah air bersatu. Jangan terus menerus ribut karena terhasut hoax dan ujaran kebencian.

“Senada dengan Presiden Joko Widodo, Organisasi Pemuda Pancasila selalu berada digaris terdepan dalam menyuarakan persatuan dan kesatuan banga. Bagi Pemuda Pancasila, perbedaan entah itu dalam hal politik atau apapun, bukanlah sarana untuk saling membenturkan,” kata Bambang.

Ia menjelaskan, Pemuda Pancasila merupakan organisasi tempat anak bangsa menempa diri sehingga bisa memiliki semangat kebangsaan sesuai dengan garis ideologi Pancasila.

Perbedaan politik diantara para pengurus dan kader merupakan hal yang wajar. Terpenting, setiap kader dan pengurus Pemuda Pancasila selalu bisa memberikan kontribusi positif bagi pembangunan bangsa.

“Secara khusus, diakhir pertemuan tadi, saya sebagai Ketua Panitia Mubes Pemuda Pancasila ke-X, juga mengundang Pak Jokowi sebagai Presiden Republik Indonesia agar bisa hadir dalam acara Musyawarah Besar Pemuda Pancasila yang akan diselenggarakan pada 28 Oktober 2019 mendatang di Jakarta. Artinya apa? Ya terjemahkan sendirilah.” [ipk]

Bagikan Ini :