Irvanto Hendra Pambudi/Net

telusur.co.id – Keponakan terpidana kasus e-KTP, Setya Novanto, Irvanto Hendra Pambudi Cahyo dituntut 12 tahun penjara dan denda Rp 1 miliar subsidair 6 bulan kurungan, oleh jaksa penuntut umum KPK.

Selain Irvanto, yang merupakan bekas Direktur Operasional PT. Murakabi Sejahtera, bekas bos PT. Gunung Agung, Made Oka Masagung juga dituntut sama oleh Jaksa KPK.

Keduanya dianggap terbukti menjadi perantara uang hasil dugaan korupsi dari e-KTP untuk bekas Ketua DPR RI, Setya Novanto sebesar USD 7,3 juta.

“Terdakwa Irvanto Hendra Pambudi dan Made Oka secara bersama-sama bersalah melakukan tindak pidana korupsi,” kata Jaksa KPK, saat membacakan tuntutan di Pengadilan Tipikor Jakarta, Selasa (6/11/18).

Atas perbuatannya, Irvanto dan Made Oka dinilai terbukti melanggar Pasal 3 Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.

Dalam tuntutanya, jaksa menyatakan hal yang memberatkan yakni, tidak mendukung pemerintah yang giat memberantas korupsi. Akibat perbuatan Irvan bersifat masif yakni menyangkut pengelolaan data kependudukan nasional.

Selain itu, dampak perbuatan Irvan masih terasa sampai saat ini. Kemudian, perbuatan Irvan telah merugikan keuangan negara. Jaksa juga menilai Irvan berbelit-belit dalam memberikan keterangan di penyidikan dan persidangan. [ipk]

Bagikan Ini :