Diskusi bertajuk “Peta Elektoral Capres dan Parpol di Jawa Barat Jelang Pemilu 2019” di Bakoel Koffie, Cikini, Jakarta Pusat, Selasa (6/11/18). FOTO: telusur.co.id/Fahri Haidar

telusur.co.id- Enam bulan menjelang pemilu legislatif dan pemilu presiden 2019, hasil temuan survei Indopolling Network memperlihatkan bahwa PDIP masih unggul di wilayah Jawa Barat.

Paparan hasil survei Indopolling Network tersebut dilakukan saat diskusi bertajuk “Peta Elektoral Capres dan Parpol di Jawa Barat Jelang Pemilu 2019” di Bakoel Koffie, Cikini, Jakarta Pusat, Selasa (6/11/18).

Direktur Indopolling Network Wempy Hadir mengatakan, pengambilan data survei di Jawa Barat ini dilakukan dalam kurun waktu tanggal 9-15 Oktober 2018. Pengambilan sampel dilakukan dengan multi stage random sampling.

Adapun jumlah sampel dalam survei ini sebanyak 1200 responden pada tingkat kepercayaan 95 persen dan margin of error sebesar 2,8 persen.

Wempy memaparkan, jika pileg dilaksanakan hari ini, PDIP masih unggul dengan elektabilitas sebesar 19,58 persen. Disusul oleh partai Gerindra 13,8 persen di urutan kedua, yang sebelumnya ada di urutan kelima. Sementara Partai Golkar yang sebelumnya pada pemilu 2014 berada di urutan kedua terpental menjadi urutan ketiga dengan elektabilitas 9,2 persen.

Elektabilitas partai lain secara berturut-turut yakni: PPP 4,7 persen, PKB 4,3 persen, partai Demokrat 3,4 persen. Sedangkan, elektabilitas partai lainnya masing-masing di bawah 2 persen. Potensi pemilih yang belum menentukan pilihannya masih tersisa 32,5 persen.

“Temuan elektabiltas partai Gerindra yang saat ini berada di posisi kedua cukup mengejutkan dan mengubah peta konstalasi partai peserta pemilu di jawa barat. Tingginya elektabilitas partai Gerindra mengonfirmasi efek elektoral pencapresan Prabowo-Sandi terhadap partai tersebut,” kata Wempy.

Dari temuan hasil survei juga terlihat sebaran wilayah dukungan, dimana PDIP cenderung menguasai zona wilayah Jabar utara (Bekasi, Karawang, Purwakarta, Subang), serta zona wilayah Jabar Timur (cirebon, Indramayu, Kuningan, Majalengka, Sumedang). Sedangkan, Gerindra unggul di Jabar bagian Barat (Sukabumi, Bogor, Depok).

Jabar Tengah (Bandung, Cimahi, cianjur) dan jabar selatan (garut, tasik, ciamis,pangandaran, banjar) menjadi wilayah pertempuran antara pdip dgn gerindra.

Hasil survey juga mengungkap temuan, bahwa PDIP masih menjadi partai yang kinerjanya dinilai paling memuaskan oleh publik Jawa Barat. Setidaknya terdapat 33,4 persen publik Jawa Barat yang memyatakan puas terhadap kinerja PDIP. Disusul oleh partai gerindra 28,6 persen, partai Golkar 23,5 persen dan PKS 22,3 persen. Sementara kepuasan terhadap kinerja partai lainnya masing-masing di bawah 20 persen.

Sementara, tiga partai teratas yang dinilai paling pro rakyat secara berturut-turut adalah PDIP, Gerindra dan Golkar. Sementara tiga partai teratas dinilai paling Islami adalah PPP, PKB, dan PKS.

Mayoritas masyarakat Jawa Barat juga menyatakan puas terhadap kinerja pemerintahan Jokowi-JK. Saat ini tingkat kepuasan terhadap kinerja Jokowi-JK mencapai 55,3 persen. Meski demikian, masih terdapat 37,8 persen publik Jawa Barat yang tidak puas. Sisanya 7 persen tidak menjawab.

“Kinerja pemerintahan Jokowi-JK mendapatkan apresiasi yang cukup baik dan dianggap berhasil dalam hal penyediaan akses pendidikan, kesehatan, pembangunan infrastruktur, menjaga keamanan dan reformasi birokrasi,” tambahnya.

Adapun, kinerja yang dianggap masih kurang berhasil oleh publik Jabar diantaranya adalah dlam hal pemberantasan korupsi, penyediaan lapangan kerja, serta penyediaan sembako dengan harga sembako terjangkau.

Untuk peta pilpres, pasangan Jokowi-Ma”ruf sampai saat ini masih unggul di Jawa Barat dengan elektabilitas sebesar 28,8 persen. Sementara elektabilitas prabowo sandi sebesar 23,7 persen.

“Meski demikian, masih terdapat potensi pemilih merahasiakan jawaban sebesar 29,8 persen. Sisanya sebesar 17,8 persen menyatakan belum menentukan pilihan (undecided voters). Program KIP dan KIS dinilaibmenjadi program yang sangat bermanfaat bagi rakyat. Lebih dari 90 persen pemegang kartu KIS dan KIP menyatajan program tersebut sangat bermanfaat,” demikian Wempy.[far]

Bagikan Ini :