Ketua MUI, KH Ma'ruf Amin/Net

telusur.co.id – Ketua Umum Relawan Ummat untuk KH. Ma’ruf Amin (Ruhama) M. Syarman H. Tjik mengintruksikan kepada seluruh pengurus dan kader untuk memenangkan pasangan Jokowi-Ma’ruf di pemilu 2019.

Caranya, dengan membentuk relawan hingga ke seluruh Indonesia dan ikut mendorong peningkatan elektabilitasnya di mata rakyat Indonesia. “Kita yakin pasangan Capres-Cawapres 01 ini akan menang,” ungkap Syarman dalam keteranganya.

Syarman melaporkan Ruhama terbentuk 17 Agustus 2018 dan dideklarasikan 28 Oktober baru lalu di Jakarta. Menurut Syarman, untuk Sumatera Selatan sudah terbentuk perpanjangan tangan lembaga ini di hingga 17 kabupaten dan kota.

Untuk kabupaten dan kota di wilayah Sumbagsel lain, serta daerah Banten, Jawa Barat dan Jawa Timur dalam bulan Nopember ini akan dideklarasikan. “Kita realistis saja membentuk Ruhama di daerah mempertimbangkan daerah-daerah yang sudah ready dengan SDMnya, biar mobilitasnya tinggi untuk menghasilkan misi yang telah kita ikrarkan”, katanya dengan tekad.

Menyangkut program kerja yang sudah dijadwalkan oleh Komunitas Relawan ini, antara lain, Deklarasi untuk relawan didaerah-daerah. Rakernas Dan Pembekalan Relawan, TOT Relawan Majlis Ta’lim, Pondok Pesantren dan Madrasah, serta Komunitas Masjid, Renungan Syukur Dan Istighfar Akbar Nasional, Festival Sarung Nusantara dan berapa kegiatan lainnya.

Pandangan yang sama diungkapkan Azkar Badri, Caleg DPR RI dapil Kota Bogor Dan Cianjur Jawa Barat 3. Dia mengatakan, untuk bergerak maksimal dalam mendulangkan suara pemilih buat pasangan kontestan capres dan cawapres semacam ini, sebetulnya harus sebanyak mungkin hadir Relawan-Relawan militan dan memang dia berkerja untuk kemenangan yang mereka yakini dan mereka dukung.

“Lain halnya dengan Parpol pengusung dan pendukung. Mereka ada resiko politik dengan  melihat konfigurasi prilaku politik yang ada sekarang ini. Kedua pasangan kontestan yang akan bertarung di April 2019 ini pada level bawah/konstituen tarik-menarik sangat kompetitif”, kata mantan Peneliti Komunikasi Sosial di Lembaga Pemerintah Pusat ini.

“Kedua aliran mazhab pemilih ini akan melahirkan ambivalensi dalam menentukan pilihan para Calon Legislatif, terutama untuk DPR RI. Satu sisi misalnya dia suka memilih si Badu dari partai A. Tapi di sisi lain dia tidak suka partai A karena mencalonkan pasangan Capres dan Cawapres yang tidak dia inginkan”, katanya mengilustrasikan.

“Kondisi rial di lapangan ini, bisa membuat lahir kegamangan parpol pendudukung, hantu lolos dan tidak Parliamentary Threshold (PT) 4 % bisa menggoda. Teori dalam ilmu politik muncul, zero sum game (kalah menang), gambling politik atau Win Win Solution, cari cara aman. Untuk gambling, pokoknya dengan cara maksimalisasi dan terbuka lebar caleg si Badu berkampanye juga harus pemilih memilih paket Capres Dan Cawapres yang diusung parpolnya”, katanya lebih detail. “Maukah, usungannya terpilih. Tapi partainya tidak mempunyai Perwakilan di DPR RI. enak kalau keduanya didapatinya”, kata azkar dengan analogi Buah Simalakama. (ham)

Bagikan Ini :