FOTO: Dok. Kemlu

telusur.co.id- Dalam rangka mendorong kerja sama ekonomi, perdagangan, pengelolaan air dan perikanan, delegasi misi Bisnis Indonesia kunjungi Middelburg, di Provinsi Zeeland, Belanda.

Promosi ini diikuti oleh sekitar 40 delegasi, dari Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Timur dan Kabupaten Enrakang dan pengusaha kecil menengah di bidang pertanian khususnya kopi dan rempah yang selama dua hari berada di Middelburg untuk menjajaki kerja sama di bidang-bidang tersebut.

Dilansir dari lama Kemlu, program ini diawali dengan konferensi bisnis yang dibuka langsung oleh Dubes RI Den Haag, I Gusti A. Wesaka Puja, bersama-sama dengan Walikota Middelburg.HA. Bergmann, dan Wakil Gubernur Povinsi Zeeland, J.A. de Bat, pada tanggal 2 Novemberlalu.

Hadir pula Ketua Kompartemen Investasi Daerah KADIN Indonesia, Reza Maspaitella yang memaparkan perkembangan perekonomian Indonesia dan potensi-potensi kerja sama yang terbuka untuk mitra-mitra di wilayah Provinsi Zeeland.

Dalam sambutannya Dubes RI Den Haag menyampaikan harapannya bahwa Indonesia dan Belanda, khususnya dengan Middelburg dapat terus membangun jembatan kerja sama di berbagai bidang yang dapat mendorong kemanfaatan bagi kedua pihak.

“Indonesia dan Belanda memiliki shared history di masa lampau, termasuk dengan wilayah Middelburg. Tapi, saya ingin kita bersama-sama terus mengembangkan visi kerja sama yang intensif di masa mendatang” ucap Dubes RI.

Karena itu, Dubes harapkan, kunjungan delegasi ekonomi Indonesia semakin meningkatkan kerja sama kedua negara, termasuk dengan Middelburg.

Sementara itu, Walikota Middelburg menekankan arti penting Indonesia bagi Middelburg dan Belanda secara umum. Diharapkan, kedua wilayah dapat terus memanfaatkan potensi yang ditawarkan.

Secara khusus, Wali Kota Bergmann tekankan minat Middelburg untuk bangun kerja sama bidang water management, pertanian dan perikanan.

Disampaikan pula bahwa di Middelburg dan di Provinsi Zeeland secara umum memiliki komunitas keturunan Indonesia yang cukup besar yang menjadi asset penting bagi kerja sama lebih lanjut.

Delegasi Indonesia juga mengikuti program pertemuan business-to-business yang memberikan kesempatan untuk buka peluang ekspor kopi, pala, lada hitam dan kakao ke Belanda. Tahap awal, beberapa eksportir Indonesia yang sebagian besar adalah UKM akan memperoleh dukungan untuk peroleh sertifikasi UE sebelum mengirimkan produk-produk tersebut ke mitra-mitra di Belanda.

Sementara itu, di level kerja sama antar pemerintah daerah, delegasi Jawa Timur sepakati untuk menjalin kerja sama intensif dalam rangka pengelolaan air dan banjir di Jawa Timur, sharing informasi dan pengetahuan terkait teknologi penangkapan ikan dan menjajaki lebih lanjut kerja sama di sektor pertanian dan perkebunan.

Keterkaitan sejarah antara Indonesia dan Middelburg juga menjadikan Middelburg sebagai salah satu kota di Belanda dan Eropa yang punya balai pelelangan seni yang memiliki koleksi terbesar karya-karya lukisan pelukis terkemuka Indonesia seperti Basuki Abdullah, Dulah, Affandi, S. Sudjojono, Lee Man Fong dan lain-lain, maupun pelukis Belanda dengan berbagai karya lukisan berlatar belakang Indonesia, seperti Willem Dooyewaard, Rudolf Bonnet dan Willem Gerard Hofker.

Bersamaan dengan program promosi bisnis ini, Dubes RI bersama-sama dengan Walikota Middelburg juga berkesempatan membuka pameran lukisan karya-karya pelukis terkemuka Indonesia seperti Raden Saleh, Basuki Abdullah dan Lee Man Fong serta pelukis Belanda dengan berbagai karya lukisan tentang Indonesia, seperti Arie Smit, Willem Dooyewaard, Hal Wichers, Rudolf Bonnet, Willem Gerard Hofker dan lain-lain. Pameran berlangsung di Zeeuws Veilinghuis atau Rumah Pelelangan karya seni di Middelburg.

‚ÄčKeterkaitan sejarah antara Indonesia dan Middelburg juga menjadikan Middelburg sebagai salah satu kota di Belanda dan Eropa yang memiliki balai pelelangan seni dengan koleksi terbesar karya pelukis-pelukis terkemuka tersebut. Pada tanggal 6-7 Desember, balai lelang Zeeuws Veilinghuis akan melelang lukisan-lukisan karya-karya pelukis terkemuka tersebut yang akan diikuti oleh pemerhati dan pencinta seni di Eropa, Asia maupun Amerika.[tp]

Bagikan Ini :