telusur.co.id – Salah seorang guru honorer di wilayah Bogor Jawa Barat meneteskan air mata saat curhat dengan Calon Wakil Presiden nomor urut 2 Sandiaga Salahudin Uno saat mengunjungi Perum Taman Kenari Ciluar, Bogor, Kamis (8/11/18).

Dalam pertemuan itu, Yeni seorang guru honores mengaku bahwa perlakuan pemerintah terhadap K2 sangat tidak adil dan mencederai keadilan.

Menurut dia saat selurut rekan-rekan honorer menggelar demi di depan Istana hingga bermalam, Presiden Jokowi malah tak menghiraukan.

“Kami demo minta perhatian pemerintah agar K2 diperhatikan nasibnya. Bayangkan Pak, kami tidur diemperan untuk memperjuangkan nasib kami. Diterima saja tidak, malah pemimpinnya beli tempe dibogor,”ucapnya.

Dirinya berharap jika Prabowo-Sandi memenangkan pertarungan di Pilpres 2019 harus memperbaiki nasib para honorer.

“Saya berharap kalau bapak jadi presiden ada Perpu yang memperbaiki nasib kami,” kata Yeni sambil menahan tangis.

Mendengar keluhan itu, mantan gubernur DKI Jakarta mengaku, dia bersama Prabowo Subianto sudah menandatangani kontrak dengan K 2. “Prabowo Sandi sudah menandatangani kontrak politik dengan para guru honorer.

“Sudah pasti, kami Prabowo dan Sandi akan mencari solusi permanen bagi guru guru honorer. Negara dan bangsa yang maju adalah bangsa yang memuliakan guru, terang Sandi.

Sandi berada di Perumahan tersebut untuk melihat produk- produk UMKM yang dipamerkan para warga di sana. Dari pemanfaatan limbah menjadi kertas, busana, sepatu hingga kuliner.

“Para pelaku UMKM di sini mengeluhkan permodalan, ijin dan pemasaran. Fokus utama kami adalah ekonomi, pada pengembangan dan penciptaan lapangan kerja, dan harga-harga kebutuhan pokok yang stabil dan terjangkau,” jelas Sandi.[far]

Bagikan Ini :