foto/dn.no

telusur.co.id- Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trumpt pecat Jaksa Agung AS Jeff Seassion pada Rabu (7/18/18) kemarin waktu setempat. Hal ini kemungkinan didasari karena Seassion yang kerap mengkritik Trump terkait penyelidikan skandal Rusia.

Apalagi, sessions selama ini menghindar dari proses investigasi campur tangan Rusia dalam pemilu AS yang mencoreng citra Trump. Sessions menjadi korban pertama perombakan kabinet yang sudah diperkirakan dilakukan Trump setelah pemilu sela pada Selasa (6/11/18) lalu.

“Atas permintaan Anda, saya mengajukan pengunduran diri saya,” ujar Sessions dalam baris pertama surat yang dirilis Departemen Kehakiman AS, dilansir dari Channel News Asia.

Pengunduran diri Sessions itu sudah lama diperkirakan. Pengunduran ini juga terjadi selang sehari Partai Republik kehilangan kontrol di DPR, namun semakin menguat di Senat. Sessions sendiri adalah senator AS pertama yang mendukung pencalonan Trump sebagai presiden pada 2016 lalu.

Selain itu, Trump juga berulang kali menyerang Sessions secara terbuka. Alasannya, Sessions tidak mengambil langkah lebih keras terkait imigran ilegal dan menuduh dia melindungi investigasi Robert Mueller pada tim kampanye Trump. Investigasi Mueller itu menuduh tim kampanye Trump berkolusi dengan Rusia.

Lewat akun Twitternya, Trump mengumumkan bahwa kepala staf Sessions, Matthew Whitaker, akan bertindak sebagai pelaksana jaksa agung.

“Kami berterima kasih pada Jaksa Agung Jeff Sessions atas jasanya dan berharap dia baik! Pengganti tetap akan ditunjuk kemudian,” cuit Trump.

Akibat dipecatnya Sessions, kemungkinan akan itu segera membuka pertanyaan apakah 18 bulan penyelidikan Mueller akan terus berlangsung. Salah satu yang membuat marah Trump adalah pada 2 Maret tahun lalu, saat Sessions menolak terlibat dan mengawasi investigasi kolusi Rusia karena kontaknya dengan orang Rusia pada kampanye 2016.

Sessions hanya memberi otoritas pada Deputi Jaksa Agung Rod Rosenstein dalam rangka mengawasi penyelidikan itu secara independen.[tp]

Bagikan Ini :