Sayap Pesawat Lion Air. FOTO: Istimewa

telusur.co.id- Kerapnya permasalahan yang dialami oleh maskpai Lion Air, akan mempengaruhi kepercayaan publik. Sebab, Lion Air akan dianggap sebagai maskapai belum termasuk kategori aman untuk digunakan sebagai alat tranportasi udara.

Demikian disampaikan oleh Pakar Komunikasi Politik dari Universitas Pelita Harapan Emrus Sihombing dalam keterangannya, Kamis (8/11/18).

“Sudah saatnya perusahaan ini perlu instrospeksi diri secara internal dan menyampaikan kepada publik kekurangan-kekurangan yang ditemukan dalam pengelolaan Lion Air selama ini,” kata Emrus.

“Tidak perlu harus menunggu desakan dari publik maupun  yang bisa jadi berdampak keluarnya surat peringatan atau pemberian sanksi dari Kementerian Perhubungan,” tambahnya.

Emrus menyarankan, sebagai pertanggung jawaban, hendaknya diberhentikan sementara penerbangan maskapai milik Rudi Kirana tersebut.

“Sebagai bagian dari pertanggung jawaban publik akibat manajemen Lion Air yang masih sangat memprihatinkan ini, sudah saatnya maskapai ini menyatakan diri “istirahat” mengudara hingga batas waktu yang belum bisa ditentukan,” terangnya.

Dengan catatan kecelakaan, maskapai Lion Air baru saja terjadi. Sebelumnya, pesawat Lion Air PK-LQP dengan rute Jakarta – Pangkal Pinang, Senin (28/10/18), lalu tertabraknya tiang oleh pesawat Lion Air registrasi PK-LGY dengan nomor penerbangan JT 633 di landasan penerbangan Bengkulu, Rabu (7/11/18).[far]

 

Bagikan Ini :