Muhammad Rizieq/Net

telusur.co.id – Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Muhammad Rizieq Shihab sempat diperiksa dan ditahan oleh otoritas keamanan Arab Saudi. Hal itu dikarenakan karena di tembok belakan rumahnya di Mekkah terpasang bendera gerakan radikal yang dilarang.

Saat ini, Rizieq sudah kembali ke kediamannya setelah dibebaskan dengan jaminan dari pihak Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Riyadh dan KJRI Jeddah.

“Alhamdulillah, yang saya ketahui Habib Rizieq Shihab saat ini ada di kediaman beliau dalam keadaan sehat wal afiat, tidak kekurangan suatu apapun,” kata ketua Media Center Persaudaraan Alumni (PA) 212, Novel Bamukminbkepada telusur.co.id, Kamis (8/11/18).

Meski demikian, Novel menduga ada upaya busuk untuk melakukan teror dan mencelakai Rizieq. Dikatakannya, hal itu dilakukan untuk membungkam dan menghentikan aktivitasnya selama di Arab Saudi.

“Saya memandang ada upaya busuk untuk mencelakai, menteror dan membungkam kehidupan beliau selama di Saudi,” ungkapnya.

Menurutnya, hal itu bukan hanya terjadi kali ini saja. Sejak di tanah air, segala macam upaya dilakukan untuk menghentikan aktivitas sang Imam Besar itu.

“Ketika di Indonesia-pun begitu, dan dikejar ke luar negeri. Dan upaya mereka selalu gagal baik secara konstitusi maupun inkonstitusi ingin mencelakai HRS yang bagi rezim ini sangat mengancam eksistensinya karena memang tidak berpihak kepada Islam,” tambah Novel.

Karenanya, dia meminta kepada pemerintah untuk menghentikan berbagai upaya untuk memojokkan Rizieq.

“Saya meminta agar penguasa segera menghentikan aksi-aksi biadab ini demi kepentingan persatuan dan pilpres yang damai serta bersaing politik secara sehat,” tukasnya.[far]

Bagikan Ini :