Pesawat R80/telusur.co.id

telusur.co.id – Kemenristekdikti turut serta memamerkan hasil inovasi pertahanan pada pameran “Indo Defence 2018” yang berlangsung pada 7 hingga 10 November.

Kepala Biro Kerjasama dan Komunikasi Publik Kemenristekdikti, Nada Marsudi mengatakan, pertahanan merupakan salah satu dari prioritas yang termasuk dalam rencana induk riset nasional.

Pada tahun ini, Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi, memamerkan sejumlah hasil inovasi dari Lembaga Pemerintah NonKementerian (LPNK) di bawah Kemenristekdikti.

Sejumlah hasil inovasi yang dipamerkan yakni miniatur pesawat R80, Puna Alap-alap, Mock UP Satelit Lapan A3, Mock UP Roket 122, LSU 02 NGLD, Mock Up N219, Polimer GUN Mock UP, Pro Bar da Diving Propultion Vehicle.

Indo Defence 2018 merupakan ajang promosi bagi produsen peralatan pertahanan dan keamanan internasional yang digelar setiap dua tahun sekali.

Pameran tersebut juga merupakan bagian dari konsep diplomasi pertahanan Indonesia untuk meningkatkan interdepensi demi mencapai perdamaian dan kemakmuran dunia.

Pesawat R80 garapan PT. Regio Aviasi Industri (RAI) memiliki keunggulan yang tidak dimiliki pabrikan pesawat lain. Moda transportasi udara ini, diciptakan untuk menjangkau wilayah kepulauan.
Sebagai pesawat bermesin baling-baling, R80 memiliki saingan, di antaranya ATR dan Bombardier Dash-8. Namun pesawat R80 diyakini bisa memenangkan persaingan dengan pesawat asal Prancis dan Kanada tersebut.

Keunggulan R80, yang tidak dimiliki pabrikan pesawat lain, yaitu kapasitas pesawat ini bisa ditumpangi 80 sampai 100 orang untuk pesawat jarak pendek.

Belum lagi, digerakkan mesin turboprop, konsumsi bahan bakar pesawat R80 jauh lebih irit 20 persen ketimbang pesawat bermesin jet. Hal ini tentunya jadi pertimbangan maskapai untuk membeli pesawat R80, karena efisiensi bahan bakar dapat membuat perusahan semakin untung.

Untuk kenyamanan penumpang, R80 dilengkapi dengan sistem penyesuaian udara, sehingga tekanan udara di kabin pesawat tetap stabil tidak terpengaruh ketinggian pesawat. Hal ini tidak seperti pesawat jarak dekat berbadan kecil, yang tidak memiliki sistem tersebut.

Keunggulan berikutnya, pesawat R80 mampu terbang landa‎s dengan landas pacu yang pendek, meski dapat mengangkut banyak penumpang, pesawat R80 dapat mengakses bandara kecil yang biasanya terdapat di wilayah kepulauan. [ipk]

Bagikan Ini :