Net

telusur.co.id – Pernyataan Presiden Joko Widodo menyebut istilah “politik genderuwo” untuk tingkah para politikus yang berperilaku yang dinilai suka membuat propaganda menakutkan, mendapat respons dari banyak pihak.

Koordinator Juru Bicara Badan Pemenangan (BPN) Prabowo-Sandi Dahnil Anzar Simanjuntak sepakat politik yang menakut-nakuti, menebar horor dengan melakukan stigmatisasi kepada kelompok lain yang kritis dan berbeda sikap politik harus segera disudahi.

“Pertama, mari kita sudahi menebar ketertakutan dengan ancaman hukum dan kekuasaan dengan menggunakan alat negara,  apalagi dengan kata-kata ‘akan kami cari kesalahan kalian, kapan kalian tak pernah buat salah’,” ucap Dahnil.

Kedua, lanjut dia, stop menebar ketertakutan Indonesia akan di-Suriahkan, sambil menuduh mereka yang menuntut keadilan sebagai anti NKRI dan anti Pancasila, sementara pemerintah seperti fasis yang menganggap dirinya sebagai penafsir tunggal terhadap Pancasila dan paling benar.

“Ketiga, stop menebar ketakutan kepada para Ulama dan cerdik pandai yang kritis sebagai kelompok anti NKRI dan Anti Pancasila,” pungkas Dahnil.

Sebelumnya, usai meresmikan jalan tol Pejagan-Pemalang dan Pemalang-Batang di Tegal, Jawa Tengah, Jumat (9/11/18), Presiden Jokowi menyebut sekarang ini banyak politikus yang pandai memengaruhi masyarakat. Namun, para pelaku politik cenderung tidak memandang etika berpolitik dan keberadaban.

“Coba kita lihat politik dengan propaganda menakutkan, membuat ketakutan dan kekhawatiran. Setelah takut, yang kedua membuat sebuah ketidakpastian. Masyarakat emang digiring untuk ke sana. Dan yang ketiga, masyarakat akan menjadi ragu-ragu,” ucap Jokowi.

Untuk menggambarkan perilaku berpolitik tak beretika yang menebar ketakutan dan kekhawatiran di tengah masyarakat itu, Jokowi menyebut hal itu sebagai “politik genderuwo”, politik yang menakut-nakuti.

“Cara-cara seperti ini adalah cara-cara politik yang tidak beretika. Masak masyarakatnya sendiri dibuat ketakutan? Itu namanya politik genderuwo, menakut-nakuti,” tutur Jokowi. (ham)

Bagikan Ini :