foto|net

telusur.co.id – Politisi Partai Nasdem, Okky Asokawati mengatakan kasus dugaan pemerkosaan yang menimpa salah satu mahasiswi UGM yang terjadi pada tahun 2017 dan kembali mencuat tahun 2018 ini harus dijadikan bahan catatan penting atas praktik-praktik serupa yang kerapnya terhenti di tengah jalan.

Menurut Okky, banyak persoalan yang menyebabkan atas mandegnya proses hukum atas tindakan pemerkosaan, mulai soal psikologis penyintas, dalam rangka menjaga nama baik lembaga, menjaga nama baik pihak-pihak terkait, yang pada akhirnya mempetieskan masalah tersebut.

“Padahal, hal tersebut sama saja berkompromi dengan penjahat kekerasan seksual,” ungkap Okky melalui keterangan tertulis kepada telusur.co.id, Jumat.

Tindakan pemerkosaan jelas-jelas telah merugikan korban/perempuan. Maka, satu-satunya jalan yang harus ditempuh dengan membawa masalah tersebut ke jalur hukum.

“Saya mendukung rencana Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) untuk proaktif melakukan pendampingan terhadap korban.”

Dia juga mendorong lembaga-lembaga terkait baik pemerintah maupun swasta untuk melakukan advokasi dan pendampingan terhadap korban atas persoalan tersebut.

Kasus ini harus dijadikan momentum untuk melakukan perlawanan terhadap pelaku kejahatan seksual. “Kita harus mengirim pesan kepada semua pihak, pemerkosaan telah menjadikan perempuan sebagai korban. Nama baik, reputasi dan seabreg identitas lainnya yang melekat pada institusi dan sejenisnya, tidak bisa dibarter dengan mendiamkan masalah ini menjadi masalah biasa saja,” terangnya.

Terakhir, Okky mendorong DPR dan Pemerintah untuk segera mempercepat pembahasan RUU Penghapusan Kekerasan Seksual dan segera disahkan paling lambat di DPR Periode 2014-2019 ini.

Dengan adanya UU tersebut diharapkan terdapat mekanisme pencegahan, penindakan serta perlindungan khususnya bagi perempuan sebagai pihak yang rentan atas kekerasan seksual. (ham)

Bagikan Ini :