Gubernur DKI Jakarta Anies R Baswedan/Net
telusur.co.id- Sebanyak 10 Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) DKI Jakarta tidak bisa membelanjakan Anggaran Penyertaan Modal Daerah (PMD). Hal ini berimbas pada pengendapan dana dengan angka fantastis yakni Rp 4,4 Trilun.
Meski sejumlah BUMD  terkesan mandul dan tak berdaya menyerap anggaran, namun Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan belum berniat mengevaluasi pimpinan BUMD tersebut.
“Pokoknya sekarang biar mereka kerja dulu soal serapan. otomatis didalam komitmen kerja mereka, salah satu komponennya adalah soal kerja,” kata Anies  di gedung DPRD DKI,  Kawasan Kebon Sirih, Jakarta, Kamis (29/11/18).
Alasan Anies enggan mengevaluasi BUMD yang minim serapan itu, namun pekerjaan yang diberikan nyatanya tuntas dilaksanakan dengan baik..
“Contoh ada yang serapannya baru sekitar 52 persen  tetapi pekerjaannya sudah sampai 79 persen. Nah, yang seperti itu beda ya maknanya. Kan yang penting sebenarnya pekerjaannya,” paparnya.
Lantaran tak bisa menyerap anggaran, Anies dalam rapat paripurna dengan DPRD DKI pada Kamis (29/11/18) dihujani kritikan dari sejumlah fraksi yang hadir.
Anggota DPRD Fraksi Gerindra Dwi Ratna mengatakan, dirinya mencatat rendahnya serapan anggara APBD 2018 disebabkan terjadinya gagal lelang dan kualifikasi syarat lelang yang tidak bisa dipenuhi oleh perserta lelang.
Dwi berharap pada APBD Tahun Anggaran 2019 yang telah ditetapkan sebesar Rp89,08 triliun, Gubernur Anies bersungguh-sungguh memastikan semua program dapat dilaksankan secara maksimal di masing-masing SKPD maupun UKPD. Sehingga serapan anggaran bisa mencapai 90 persen
“Dengan presentase serapan anggaran dari APBD Tahun 2018 yang belum maksimal, kami berharap saudara Gubernur beserta jajarannya melakukan audit serta monev kinerja para pimpinan SKPD dan UKPD dalam memacu pergerakan penyerapan anggaran yang signifikan,” tandasnya.[far]
Like :
BACA JUGA :  Asian Games, Anies Ajak Warga Jakarta Jadi Tuan Rumah Yang Baik

LEAVE A REPLY

Silahkan masukan komentar anda
Silahkan masukan nama anda disini