FOTO: Dok. Kemenag

telusur.co.id- Kementerian Agama (Kemenag) telah menerbitkan Keputusan Dirjen Pendidikan Islam Nomor: 4961 Tahun 2016 tentang Organisasi kemahasiswaan PTKIN. keputusan tersebut di antranya mengatur tentang bentuk organisasi kemahasiswaan.

“Nama organisasi tertinggi kemahasiswaan sekarang Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA), bukan lagi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM),” kata Kepala Seksi Kemahasiswaan Ruchman Basori dilansir dari laman resmi Kemenag, Sabtu (10/11/18).

“Pimpinan organisasinya disebut Ketua, bukan lagi presiden,” sambung Ruchman.

Mantan Ketua I Senat Mahasiswa IAIN Walisongo ini menjelaskan, tata cara pemilihan ketua DEMA,  tidak lagi menggunakan Pemilu Raya (Pemira) tetapi menggunakan sistem perwakilan. “Dengan sistem perwakilan akan meminimalisir tradisi civitas politica menjadi civitas akademika dan energi pengurus bisa diberdayakan untuk memikirkan program-program yang strategis,” ujarnya.

Ruchman memastikan,  perubahan sistem pemilihan dari pemira ke perwakilan, tidak akan mengurangi makna demokrasi. “Dengan sistem perwakilan hak-hak kebebasan menyalurkan pendapat tidak akan terkebiri,” kata mantan aktivis 1998.

Sementara itu, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Kerjasama dan Alumni UIN Malang, Isroqunnajah mengatakan, pada bulan depan kampunya akan menggelar suksesi kepemimpinan Organisasi Kemahasiswaan Intra Kampus (OMIK). “Saya harapkan mahasiswa bisa mengacu pada regulasi yang telah diputuskan Kemenag sejak tahun 2016,” katanya.

“SK Dirjen 4961 Tahun 2016 saya kira sudah dipikirkan masak-masak oleh para perumusnya, kita tinggal mengikutinya,” kata Gus Is panggilan akrabnya. [Ham]

Bagikan Ini :