FOTO: Dok. Kemenpan RB

telusur.co.id- Peringatan Hari Pahlawan di Purworejo, Jawa Tengah tidak hanya untuk orang dewasa, tetapi juga melibatkan anak-anak. Sekitar 500 anak mulai dari kelompok usia dini (PAUD), Taman Kanak-kanak, hingga siswa Sekolah Dasar mengikuti lomba lukis dengan tema pejuang atau pahlawan, di Pendopo Rumah Dinas Bupati Purworejo, Jawa Tengah, Sabtu (10/11/18).

Kehadiran sejumlah kendaraan militer di halaman rumah Dinas Bupati menjadi salah satu inspirasi  anak-anak dalam melukis. Selain itu, hadirnya 35 lukisan wajah pejuang asal Purworejo di pendopo, juga tak lepas dari perhatian peserta lomba lukis. Tak pelak, berbagai lukisan berbau militer pun banyak menghiasi coretan anak-anak Purworejo tersebut.

Menyambut Hari Pahlawan yang jatuh setiap tanggal 10 November, sebanyak 36 lukisan para pejuang dan pahlawan yang berasal dari Kabupaten Purworejo ditampilkan di Pendopo Kabupaten. Pameran yang dibuka selama 3 hari sejak 9 hingga 11 November 2018 tersebut dimaksudkan untuk memperkenalkan para pejuang Purworejo pada generasi muda.

Prapto Effendi, pelukis wajah para tokoh dan pejuang asal Purworejo ini mengatakan, lomba lukis untuk anak ini dimaksudkan untuk memperkenalkan anak,- anak kepada pahlawan dan pejuang.

“ Kita ingin mengenalkan kepada para masyarakat terutama pada generasi muda, siapa saja para pejuang dari Purworejo, sehingga mereka pun dapat mengikuti jejak para pejuang tersebut,” ujar sang pelukis  disela-sela pameran lukisan pejuang.

Sebelum melukis, anak-anak diperkenalkan terlebih dahulu dengan nama-nama para pejuang yang ada di lukisan yang dipamerkan tersebut. Setidaknya terdapat ,35 lukisan pejuang yang merupakan putra terbaik Purworejo. Prapto mengaku,  untuk melukis puluhan pejuang Purworejo dibutuhkan waktu  6 bulan. Menurutnya setiap lukisan memiliki kesulitan masing-masing dalam pengerjaannya. Ada yang tampung  4 hari, namun ada juga yang memakan waktu hingga 3 bulan. “Salah satu lukisan yang lama pengerjaannya adalah sosok Jan Toorop yang merupakan pelukis Belanda-Indonesia yang lahir di Purworejo,” ungkapnya.

Lukisan   pejuang  yang dipampang diantaranya WR Supratman, Jenderal Ahmad Yani, Urip Sumoharjo, Sarwo Edhie Wibowo.  Yang menarik adalah lukisan Mr Kasman Singodimejo yang baru saja ditetapkan sebagai pahlawan nasional oleh Presiden Joko Widodo pada Kamis 8 November 2018 kemarin.

Ia berharap dengan banyaknya lukisan yang ditampilkan dapat menjadi inspirasi bagi generasi muda, dan bukan hanya semangatnya, namun juga menginspirasi perjuangannya untuk lebih semangat belajar. Terkait lomba melukis bagi anak-anak, ia juga berharap bisa memperkenalkan generasi penerus terhadap pahlawan, pejuang dan tokoh penting lainnya.

Menariknya, banyak lukisan anak-anak Purworejo ini mengedepankan warna-warni alam sekitar, dan hadirnya sosok militer. “Saya ingin menjadi tentara,” ujar salah seorang anak yang melukis sodok seorang berbaju loreng khas pakaian tentara dengan latar belakang rumah dan pemandangan alam.

Bahkan ada seorang anak yang melukis wajah seorang tokoh pejuabg yang juga terpampang dalam lukisan yang dipamerkan selama tiga hari, tanggal 9 – 11 November 2018 ini. Lomba lukis ini merupakan salah satu agenda dari serangkaian kegiatan peringatan hari pahlawan di Purworejo.

Puncak acara peringatan ini adalah long march Napak Tilas Perjuangan Tentara Pelajar Brigade XVII, dari Taman Makam Pahlawan (TMP) Wareng menuju Alun alun Purworejo dengan jarak sekitar  20 Km,  Minggu (11/11). Sekitar 1.500 peserta lobg march yang merupakan  warga dari berbagai elemen masyarakat Purworejo itu akan bergabung dengan Karnaval bertema Purworejo Kota Pejuang di depan SMAN I Purworejo,  serta marching band dari IPDN untuk selanjutnya menuju alun-alun Purworejo.

Rangkaian peringatan Hari Pahlawan di Purworejo ini diinisiasi oleh alumni SMAN I Purworejo dalam wadah Muda Ganesha dari berbagai angkatan.

Ketua Umum Muda Ganesha, Dwi Wahyu Atmaji mengatakan bahwa  lahirnya SMAN Purworejo tidak lepas dari peran tentara pelajar. “Sudah semestinya kami  berterimakasih atas jasa dan perjuangan tentara pelajar, antara lain  dengan mengenang,  mewarisi, serta melanjutkan cita-cita pejuang kemerdekaan,” ujar Dwi dalam keterangan persnya.[tp]

Bagikan Ini :