Ketua Umum Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono/Net

telusur.co.id – Pertarungan Pemilihan Presiden 2019, lebih ke arah politik identitas daripada program dan solusi yang ditawarkan.

Demikian pendapat Ketua Umum Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono, di Jakarta, Sabtu (10/11/18).

Menurut Presiden ke-6 RI itu, kontestasi Pilpres 2009 sampai 2014 silam memang keras dan konfrontatif, tapi bisa berjalan damai dan demokratis.

Maka dari itu, ia terus berharap pemilu berlangsung demokratis dan damai. Sebab, Demokrat tidak ingin kontestasi Pileg dan Pilpres 2019 yang prosesnya dimulai sejak sekarang tidak mengarah ke disintegrasi, mengganggu kerukunan dan persatuan bangsa. Sebab jika itu terjadi, maka kita akan menangis.

SBY bersama Partai Demokrat mengajak para capres-cawapres serta para elit untuk dapat memberi contoh dan memainkan peran positif agar bangsa terhindar dari politik identitas dan berbasis paham yang ekstrem.

SBY ingin kontestasi Pilpres lebih mengedepankan solusi, program dan kebijakan untuk rakyat. Contohnya, apa yang akan ditawarkan kedua paslon untuk negara dan rakyat apakah di bidang ekonomi, bidang kesejahteraan, bidang hukum, bidang pertahanan ketahanan, bidang hubungan internasional dan sebagainya. [ipk]

Bagikan Ini :