Anggota DPR Fraksi Partai Demokrat, Sartono Hutomo

telusur.co.id – Pernyataan Presiden Jokowi yang menyebut politisi genderuwo bukan hanya menjadi pertanyaan rakyat Indonesia, tetapi juga menjadi tertawaan dan sindiran para politisi.

Politisi Partai Demokrat, Sartono Hutomo mengatakan setelah politisi sontoloyo, lalu politisi genderuwo, kemungkinan akan muncul politisi yang lain. Tentunya lebih seram dan menakutkan lagi.

“Siap siap akan keluar istilah Politikus Wewe Gombel, Politikus Sundel Bolong Politikus Grandong,” ujar Sartono melalui akun twitternya, Jumat.

Apapun itu, dia berpendapat bahwa seorang pemimpin tidak layak mengucapkan kata-kata yang tidak patut. “Di kampung dulu kala istilah ini namanya misuh (umpatan). Itu biasanya sedang marah, emosi berat, tidak dapat mengendalikan diri lalu keluarlah kata-kata itu misuh (ngumpat),” jelasnya.

Sebelumnya, dalam acara pembagian sertifikat di Tegal, Jawa Tengah, Jumat (9/11/18), Presiden Jokowi menuturkan, saat ini banyak politikus yang memengaruhi. Tetapi, tidak memiliki etika dan sopan santun.

“Coba kita lihat, politik dengan propaganda menakutkan membuat kekhawatiran, propaganda ketakutan coba,” kata Jokowi.

Usai membuat khawatir, maka politikus itu melakukan propaganda ketidakpastian. Masyarakat digiring ke sana, yang akhirnya membuat masyarakat ragu dan muncul ketakutan.

Pola politik menakut-nakuti seperti itu, menurut Jokowi, adalah cara genderuwo. Dalam pemahaman luas, genderuwo adalah hantu yang membuat masyarakat takut. (ham)

Bagikan Ini :