Menteri Agama RI Lukman Hakim/Net

telusur.co.id – Aplikasi kartu nikah berbasis online atau Simkah Web Kementerian Agama tidak akan menghilangkan buku nikah yang sudah ada saat ini.

Kartu nikah berbasis daring tersebut, hanya untuk mempermudah seseorang, jika dibutuhkan data-data perkawinannya.

Hal itu sebagaimana disampaikan Menteri Agama, Lukman Hakim Saifuddin, di Kantor Kemenag, Jalan MH. Thamrin, Jakarta Pusat, Senin (12/11/18).

“Aplikasi Simkah bukan sebagai pengganti buku nikah. Buku nikah tetap terjaga tetap ada karena itu adalah dokumen buku nikah itu tidak dihilangkan sama sekali,” kata Menag.

Kartu nikah untuk kemudahan dan praktis dibawa oleh pasangan yang sudah menikah. Dengan adanya kartu nikah, seseorang tidak perlu lagi membawa buku nikah.

“Karena ada barcode, untuk memudahkan bagi sejumlah kalangan untuk mengetahui identitas setiap warga negara terkait status pernikahannya.”

Dikatakan Menag, kartu nikah tersebut akan mulai diterbitkan pada akhir November 2018 ini. Pada tahun 2018 ini, kartu nikah itu akan dicetak sebanyak satu juta kartu untuk 500 ribu pasangan. Namun, di tahun 2019, akan dilabih banyak lagi sesuai dengan perkembangan yang terjadi.

Aplikas kartu nikah yang berbasis daring telah diluncurkan oleh Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin pada 8 November 2018 lalu. Peluncurannya merupakan tindaklanjut dari nota kesepahaman antara Menteri Agama dan Menteri Dalam Negeri Nomor: 470/5711/SJ dan Nomor 20 tahun 2015 Tentang Kerjasama Pemanfaatan Nomor Induk Kependudukan, Data Kependudukan dan KTP Elektronik dalam Lingkup Kementerian Agama. [ipk]

Bagikan Ini :