Kang Eko asal Garut Jawa Barat disaat melayani pembelinya.

Cara mensyukuri nikmat Allah, memang cukup subjektif bagi setiap manusia. Apakah itu dalam bentuk yang dia dapatkan bersifat materi atau pekerjaan yang mesti dia geluti saban hari. Itu pula yang tergambar dari sosok manusia Eko asal Garut Jawa Barat ini.

Setiap hari setelah maghrib lelaki yang berumur sekitar 37 tahun ini mendatangi tempat kerjanya, warung kopi Uli Bakar Kaki Lima di Pasar Ciputat, jl. Haji Usman, persis berseberangan jalan dengan Masjid Agung Ciputat.

Dengan memakai pakaian rapi, Baju Putih tangan panjang, berdasi dan terkadang lengkap dengan Jasnya. Bukan ini saja, untuk lebih hidup dan segar penampilan, wajahnya diberi bedak sedikit dan bibirnya berwarna agak kemerahan. Laiknya Juru Ramu di Hotel Bintang Lima.

Pekerjaan ini dinikmatinya betul, tanpa keluhan atau cemberut melayani konsumen di warung kopi berukuran 3×2,5 meter ini. Gajinya setiap bulan sudah bisa diukur, meski dia tidak mau menyebutnya. “Pokoknya ada, lumayan”, katanya ketika ditanya hal ini.

Warung milik pak Odih ini terhitung sudah cukup lama, menurut Odih juga asal Garut, sudah memasuki usia 40 tahun. “Sudah lama saya buka warung ini, sudah berapa kali pindah lokasi, tapi di sekitar ini juga. Anak saya ini belum lahir”, katanya mengukur rentang waktu.

Warung kopi dengan makanan andalan Uli Bakar, Roti  Bakar, dan Mie Rebus/Goreng ini dikelola dengan sistem kekeluargaan. Yang berkerja disini masih punya hubungan keluarga dekat pak Odih, anak dan ponakan. Eko termasuk ponakan dalam struktur pertalian keluarga mereka.” Hitung-hitung kita membantu keluarga, yang lain belum tentu kita bisa bantu”, katanya dengan semangat kekeluargaan.

Menurut Odih, operasional warung inipun dia beri kesempatan kepada keluarga yang lain. Waktu siang diserahkan kepada anaknya. Untuk malam hari juga diberi kesempatan kepada saudaranya. “Dua bulan satu kali diadakan pergantian pengelolaan, saya pulang dulu ke Garut”, kata Odih pada suatu malam di warungnnya.

Pelanggan warung ini cukup banyak, baik kelas bawah maupun kelas menengah. Mereka tampaknya nyaman berbagi informasi sambil ngopi di sini.  Profesi sebagai Pebisnis, Pengacara, Politikus dan pegiat sosial lainnya. Tapi kebanyakan untuk lingkup Tangerang Selatan. “Cukup nyaman nongkrong sambil diskusi dan menyerap informasi di sini”, Kata Jhonson Ketua Bulan Bintang Kota Tangerang Selatan suatu ketika.

Dalam situasi menjelang Pemilu 2019, warung ini boleh dikatakan menjadi sasaran tongkrongan para Caleg, danTim Sukses para kandidat. Maka jangan heran kalau kita sedang ngopi di warung pak Odih ini, banyak mendengar perbincangan yang bernuansa politik, baik berkaitan dengan Caleg Daerah maupun yang berkaitan dengan negara. “Uldas (Uli Dasi/mereka menyebutkannya–lantaran pelayannya pakai dasi) Inspiring”, kata aktivis menyebutnya cukup inspiratif. Satu teguk kopi sejuta inspirasi. Iyakah.

Bagikan Ini :