Wakil Ketua MPR Hidayat Nur Wahid (kiri), Pengamat LIPI Siti Zuhro (tengah) dan Ahmad Bazarah (kanan). Foto:Bambang Tri P/ telusur.co.id

telusur.co.id- Pengamat politik dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Siti Zuhro menilai, sikap Partai Demokrat yang membebaskan kadernya pada Pilpres 2019, tidak semestinya dipublikasikan. Sebab, dianggap bisa merugikan partai berlambang mercy itu sendiri.

“Seharusnya bagaimana sikap tadi itu tidak dibaca oleh publik yang menimbulkan ‘distrust’ pada partai. Justeru rugi partai,” kata Wiwik, sapaan akrabnya, di Kompleks Parlemen, Jakarta, Selasa (13/11/18).

Wiwik menyatakan, sikap seperti itu juga akan berpengaruh terhadap pasangan Prabowo-Sandi. Karena, Demokrat telah memberikan dukungan kepada capres-cawapres nomor urut dua tersebut.

“Kok kamu (Demokrat) ‘double standard? Kan gitu. Ini nggak bagus dong? bohongi kita. Itu jadi tidak asik (bagi parpol koalisi Prabowo-Sandi),” imbuhnya.

Namun begitu, Wiwik memaklumi, sikap Demokrat seperti itu, kemungkinan terkait dengan pemenuhan kuota ambang batas parlemen (PT) 4 persen.

“Takutnya tidak memenuhi kuota 4 persen. Itu aja,” ungkapnya.

Hal seperti itu, menurut Wiwik, tentu tidak hanya dirasakan oleh Demokrat saja, tetapi partai lain juga merasakan hal yang sama.

“Yang menjadi kekhawatiran adalah ketika partainya mendukung-dukung capres-cawapres lalu sama sekali tidak diperhitungkan oleh konstituennya, oleh dapil, kan bahaya,” imbuhnya.

“Ini kekhawatiran yang luar biasa dari semua partai, tidak hanya di satu partai,” tandasnya.[far]

Bagikan Ini :