telusur.co.id – Dalam rangka merayakan Hari Ulang Tahun (HUT) ke 50 Provinsi Bengkulu. Masyarakat Bengkulu yang berada di Jakarta menggelar acara diskusi bertajuk ‘Pengelolaan Sumber Daya Pesisir dan Lautan dalam Perspektif Pembangunan Ekonomi Daerah’.

Salah satu pembicara dalam diskusi, Prof. Masyduhulhaq mengatakan salah satu faktor keberhasilan pembangunan pesisir dan kelautan di Prov. Bengkulu adalah adanya keterpaduan dimensi ekologi, dimensi ekonomi, dimensi sosial budaya dan dimensi kelembagaan dan hukum.

“Itulah kesimpulan dan rekomendasi yang disampaikan Prof. Masyduhulhaq sebagai salah satu pembicara seminar nasional,” ucapnya dihadapan audions, dalam keterangan tertulis, Kamis (14/11/18).

Diketahui, Seminar yang dibuka oleh Sudirman Ail sebagai Tokoh dan Sesepuh Masyarakat Bengkulu di Jakarta ini dihadiri oleh masyarakat Bengkulu dari Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi yang tergabung dalam Badan Musyawarah Masyarakat Provinsi Bengkulu (BMMPB-JABODETABEK).

Seminar ini juga mengundang beberapa pembicara dari pemerintahan dan akademisi, seperti : Prof. DR. H. Rully Indrawan, M.Si (Deputi Kelembagaan Kementerian Koperasi/Guru Besar Unpas, Bandung), Prof. DR. Ir. Akhmad Fauzi, M.Sc (Kaprodi Ilmu Perencanaan Wilayah dan Pedesaan FEM IPB), Ir. Nilanto Perbowo, M.Sc (Sekjen KKP), Dr. Didi Handoko, MM (OJK)

Acara tersebut diharapkan mampu memberikan masukan dan menjadi bahan rekomendasi bagi pemerintah daerah Prov. Bengkulu dalam membangun Prov.Bengkulu sebagai daerah pesisir dan kelautan demikian yang disampaikan Prof. Masyduhulhaq mengakhiri ulasannya.[far]

Bagikan Ini :