Sekretaris Jenderal PPP versi Muktamar Jakarta, Sudarto. FOTO: telusur.co.id/Fahri Haidar

telusur.co.id- Sekretaris Jenderal Partai Persatuan Pembangunan (PPP) versi Muktamar Jakarta, Sudarto, menanggapi ancaman PPP kubu Muktamar Surabaya pimpinan Ramahurmuziy alias Romy yang ingin memidanakan pelaksanaan Mukernas III yang diselenggarakan pihaknya.

“Ya biar saja itu urusan mereka. Kita sudah biasa menghadapi ancam mengancam dari mereka, udah 4 tahun, kita tetap aja berjalan, kita tetap solid, ga ada masalah,” kata Sudarto di arena Mukernas III PPP kubu Muktamar Jakarta, di Jalan Talang, Jaarta Pusat, Kamis (15/11/18).

Menurutnya, sampai sekarang belum ada satupun putusan pengadilan yang melarang pihaknya menggunakan atribut ataupun mengatasnamakan partai berlambang ka’bah itu.

“Kalau dia punya putusan pengadilan, dia melarang kami menggunakan itu, ya kita taati. Sampai sekarang kan belum ada putusan pengadilan terkait itu,” terangnya.

Karenanya, kata Sudarto, jika kubu Romahurmziy ingin memidanakan Mukernas tersebut, harus berdasarkan dengan hukum.

“Pakai jalur hukum dong, bukan pakai asumsi Arsul Sani. Arsul Sani katanya orang hukum, dia belajar lagi lah itu ilmu hukumnya dari mana dia belajar,” kata dia.

Sebelumnya, Sekjen PPP kubu Romahurmuziy, Arsul Sani menegaskan, bahwa Mukernas PPP yang akan digelar oleh kubu Muktamar Jakarta sebagai PPP yang illegal dan liar. Karena itu pihaknya akan memperkarakan itu secara pidana kepada aparat berwajib.[far]

Bagikan Ini :