Pemimpin redaksi telusur.co.id Endin AJ Soefihara (pegang sertifikat) didampingi Pemimpin utama PT Telusur, Jamaludin Kariem dan Dewan Ahli telusur.co.id Margarito Kamis serta Harjono Padmono Putro. Foto : Bambang Tri/telusur.co.id

telusur.co.id – Pesatnya teknologi membuat informasi menjadi barang penting untuk diperoleh. Karenanya, berbagai perusahaan media berlomba-lomba menyuguhkan berbagai macam informasi.

Di tengah persaingan ratusan ribu media siber di Indonesia, pada 17 Februari 2017 lahirlah media siber telusur.co.id yang menyajikan berita terhangat, menarik dan cover both side.

Setelah hampir dua tahun menyuguhkan berbagai berita baik politik maupun berita lainnya, media siber telusur.co.id dinyatakan lolos verifikasi administrasi dan faktual oleh dewan pers.

Berdasarkan data dari dewan pers (per 16 Nopember 2018), sudah ada 293 media baik itu cetak, online, radio dan televisi yang dinyatakan lolos verifikasi administrasi dan faktual. telusur.co.id salah satunya.

Dengan diterbitkannya sertifikat itu, Pada Jumat (16/11/18) Pemimpin utama PT Telusur, Jamaludin Kariem menggelar acara syukuran dengan dihadiri oleh segenap karyawan dan Dewan Ahli.

Jamaludin Kariem mengaku sangat bersyukur bahwa media yang telah dibangun bisa menyaingi media online lainnya. Apalagi media yang sudah berjalan dua tahun sudah mendapat pengakuan dari dewan pers.

“Kita sangat bersyukur telusur bisa mendapatkan sertifikasi dari dewan pers. Karena media yang mendaftar ke dewan pers itu jutaan dan telusur mendapatkan urutan yang ke 110 sebagai media siber yang terverifikasi,” ucap Jamal di kantornya, di bilangan Jakarta Selatan, Jumat (16/11/18).

Tak hanya Jamaludin, dalam kesempatan itu juga Dewan Ahli telusur.co.id yang juga Pakar Hukum dan tata negara Margarito Kamis pun mengucapkan apresiasi yang tinggi.

Dirinya berharap telusur.co.id selalu objektif dan jujur dalam menyajikan informasi kepada masyarakat. Serta ada tipikal tersendiri agar mudah diciri oleh orang dalam pemberitaan.

“Harus punya brand untuk bisa membedakan dari media lain,” ungkap Margarito.

Diapun mencontohkan beberapa media nasional yang lekat dengan image sebagai hukum, politik, bisnis maupun pendidikan. “Kalau kita ingin kajian hukum pasti akan didapatkan oleh telusur,” ungkapnya kembali.[far]

Bagikan Ini :