Novel Bamukmin/ Foto: net

telusur.co.id – Ketua Media Center Persaudaraan Alumni 212, Habib Novel Chaidir Hasan Bamukmin mengaku heran jika ada yang menolak perda syariah diterapkan di Indonesia. Menurutnya, sangat aneh dan janggal, karena Indonesia berazaskan Ketuhanan Yang Maha Esa.

“Jadi saya sampaikan, ini sangat aneh dan janggal. Indonesia berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa. Begitu juga dalam UUD 1945 pasal 29, yang negara ini merdeka juga atas berkat rahmat Allah,” kata Novel di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Jumat (16/11/18).

Menurutnya, di Indonesia ini syariat Islam sudah 75 persen ditegakkan. Bahkan di Aceh, hampir 100 persen.

“Untuk pendidikan secara syariah semua sudah berlangsung. Kemudian ekonomi syariah, perbankan syariah, bank-bank syariah itu sudah berlangsung,” terang Novel.

Adapun, 20 persen untuk urusan pribadi, justru diatur pemerintah. Wadah membuat jawatan yaitu haji dan zakat juga diatur pemerintah.

“Artinya syariat islam 75 persen sudah diterapkan. Tinggal 25 persen itu mungkin akhlakul daulah, hukum Islam yang berkenaan dengan negara, artinya potong tangan yang masih kita perdebatkan, hukuman mati, qisos bagi mereka yang membunuh, itu sampai saat ini belum diterapkan. Di Aceh itu sudah menerapkan sebagian,” tukasnya.[far]

Bagikan Ini :