Ketua Umum PPP Jakarta, Humprey Djemat dan Pimpinan PPP dalam membacakan hasilMukernas III di Jakarta/telusur.co.id

telusur.co.id – Partai Persatuan Pembangunan (PPP) kubu Muktamar Jakarta menuding ada upaya untuk mengagalkan Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) III oleh kubu PPP Muktamar Surabaya pimpinan Romahurmuziy. Hal itu terlihat dengan adanya larangan memakai Hotel Acacia untuk dijadikan tempat Mukernas III PPP Muktamar Jakarta.

Ketua Umum PPP, Humphrey R Djemat menjelaskan, Mukernas III ini mulanya ingin diselenggarakan di Hotel Acacia di Jalan Kramat Raya, Jakarta Pusat. Namun, meski sudah membayar uang muka atau down payment (DP) sebesar 60 persen, tiba-tiba pihak hotel membatalkannya.

“Kita tidak dapat izin Mukernas di hotel oleh pihak berwenang. Ada surat yang meminta pelarangan Mukernas itu ditandatangani Romahurmuziy sendiri dan Sekjennya (Arsul Sani) untuk tidak mengizikan pihak hotel menerima untuk acara Mukernas III di tempat tersebut,” kata Humphrey di Jalan Talang, Jakarta Pusat, Jumat (16/11/18).

Humphrey menjelaskan, kubu Romahurmuziy mendorong pihak kepolisian untuk tidak mengizinkan pelaksanaan Mukernas III PPP Muktamar Jakarta di hotel tersebut. Akhirnya, acara yang dihadiri oleh seluruh pengurus DPW PPP dari seluruh Indonesia itupun terpaksa mereka pindah ke Kantor Sekretariat DPP PPP di Jalan Talang, Jakarta Pusat.

Menurut Humphrey, pihaknya sebetulnya sangat ingin islah atau rekonsiliasi menyatukan PPP yang selama ini terpecah. Namun, tawaran islah yang dibahas di Mukernas III tersebut, justru ditolak mentah-mentah oleh kubu Romahurmuziy dan mengancam untuk memidanakan Mukernas tersebut.

“Sampai saat terakhir kami kumandangkan soal islah. Karena bagi kita islah solusi terbaik PPP di masa mendatang. Tapi jangankan islah, yang dilakukan Romahurmuziy malah mempidanakan penyelenggara dan peserta Mukernas III ini,” tandas Humphrey.[far]

 

Bagikan Ini :