foto|net

telusur.co.id – Kasus kematian jurnalis Jamal Khashoggi di Istanbul, Turki bulan lalu membuat lembaga intelijen negara-negara kuat ikut campur. Badan Intelijan Pusat Amerika Serikat atau CIA misalnya menyelidiki siapa aktor di balik pembunuhan tersebut.

Hasilnya, CIA mengungkapkan jika Putra Mahkota Arab Saudi Pangeran Mohammed bin Salman (MBS) diduga merupakan aktor dan otak pembunuhan.

Kesimpulan CIA ini merupakan yang paling definitif sejauh ini yang mengaitkan MBS dengan operasi pembunuhan Khashoggi, dan menyulitkan upaya pemerintahan Presiden Donald Trump untuk menjaga hubungannya dengan Saudi, sekutu eratnya.

Kesimpulan CIA bukan tanpa dasar dan asal tuduh. CIA sebelumnya sudah memeriksa sejumlah sumber, termasuk panggilan telepon antara Khalid bin Salman, saudara laki-laki MBS yang menjabat Duta Besar Saudi untuk AS, dengan Khashoggi.

Khalid mengatakan kepada Khashoggi agar dia datang ke Konsulat Saudi di Istanbul untuk mendapatkan berkas-berkas yang diperlukannya untuk pernikahannya dengan sang tunangan dan menjamin hal itu aman dilakukannya.

Khalid sendiri telah membantah soal telepon tersebut dan meminta pemerintah AS untuk menunjukkan bukti.

Juru bicara Kedutaan Besar Saudi di Washington, Fatimah Baeshen, mengatakan, Khalid dan Khashoggi tak pernah membahas “apapun terkait pergi ke Turki”. Dikatakannya, klaim yang disampaikan dalam kesimpulan CIA tersebut adalah palsu. (ham)

Bagikan Ini :