Polsek Daha Selatan sedang mengumpulkan dan mengamankan barang bukti berupa obat obata terlarang/Achmad Juhriansyah-telusur.co.id

telusur.co.id-Rafii (40) warga Jalan Makmur RT. 006 RW. 003 Desa Samuda Kecamatan Daha Selatan Kabupaten Hulu Sungai Selatan, tidak apat mengelak, ketika petugas Polsek Daha Selatan dengan langsung dipimpin Kapolsek IPTU Hilmi Wansyah menggeledah warung yang biasa dirinya beraktifitas bekerja, malah menemukan ratusan butir obat yakni 140 butir obat sediaan farmasi jenis Samcodin dan 24 butir obat sediaan farmasi jenis Seledryl yang disimpan didalam sebuah tas pinggang dan ditaruh dilantai warung, Jum’at (16/11) sekitar pukul 22.00 wita.

Penggeledahan ini menurut Kapolsek Daha Selatan IPTU Hilmi Wansyah, atas banyak nya laporan masyarakat yang masuk ke pihaknya, bahwa pelaku sering menjual obat yang seharusnya mempunyai ijin dokter dan sering disalah gunakan untuk ‘ngefly’ bahkan mabuk karena kelebihan dosis.

“Pelaku diamankan saat berada di warung dan ratusan butir obat ditemukan dalam sebuah tas yang tergelatak dilantai warung” ujar IPTU Hilmi Wansyah, saat dikonfirmasi Sabtu (17/11) siang.

Menurut Hilmi, pelaku Rafii memang menjadi target operasi (TO) pihak nya karena sudah sering melakukan penjualan obat secara terlarang.

“Kini pelaku Rafii masih kami periksa secara intensif untuk mempertanyakan dari mana dirinya membeli, dan saat ini dirinya harus mempertanggung jawabkan perbuatannya karena yang bersangkutan tanpa keahlian dan kewenangan mengadakan, menyimpan, mengolah, mempromosikan, dan mengedarkan obat sediaan farmasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 196 UU RI No. 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan,” papar Hilmi.

Beberapa Alat bukti yang diamankan polek Daha Selatan/achmad Juhriansya-telusur.co.id

Dikesempatan yang sama, IPTU Hilmi Wansyah juga memberikan himbauan kepada masyarakat untuk tidak segan-segan melaporkan kepihak yang berwajib apabila ada warga sekitar yang dicurigai menjual obat-obat terlarang apalagi narkoba.

“Warga jangan pernah segan dan takut melaporkan apabila disekitar mereka diam dan bermukim ada orang yang memperjualbelikan obat terlarang apalagi narkoba, karena ini adalah musuh kita bersama supaya generasi muda kita jangan pernah rusak akibat penggunaaan obat terlarang dan narkoba,” pinta Hilmi.[Agt]

Bagikan Ini :