Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar. FOTO: telusur.co.id

telusur.co.id – Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Muhaimin Iskandar ikut prihatin dengan kasus yang dialami oleh Baiq Nuril yang divonis bersalah oleh Mahkamah Agung (MA).

Menurutnya, apa yang menimpa Baiq Nuril sangat tidak mencerminkan rasa keadilan bagi warga negara. “Memenjarakan Ibu Nuril mengusik rasa keadilan di masyarakat,” tegas Muhaimin Iskandar dalam akun twitternya, Sabtu.

Jika rasa keadilan terhadap korban pelecehan seksual berbuah malapetaka, politisi yang akrab disapa Cak Imin khawatir kaum perempuan akan malas melaporkan ke penegak hukum. “Besok-besok tidak akan ada yang mau melaporkan pelecehan seksual yang dialaminya.”

Lebih jauh, Cak Imin mengingatkan bahwa kasus Baiq Nuril harus dilihat bahwa perekaman percakapan tersebut adalah satu-satunya alat Ibu Nuril untuk melawan dari pelecehan seksual yang dialaminya. Ibu Nuril pada posisi harus mempertahankan keutuhan keluarganya. Dia perlu bukti bahwa dia yang dilecehkan melalui percakapan telepon.

Pelecehan yang dialami Ibu Nuril adalah relasi kuasa antara kepala sekolah dengan Ibu Nuril sebagai staf keuangan. Ibu Nuril merekam pembicaraannya dengan Kepsek M untuk tujuan supaya tidak terjadi fitnah.

Cak Imin mendesak agar Ibu Nuril harus dibebaskan karena dia adalah korban dari pelecehan seksual yang dialaminya.

Sebelumnya, keputusan Mahkamah Agung (MA) menjadi sorotan masyarakat Indonesia karena dianggap kurang adil dalam kasus Baiq Nuril Maknun. Baiq Nuril yang merupakan mantan guru honorer di SMAN 7 Mataram menjadi korban pelecehan seksual oleh kepala sekolah SMA Negeri 7 Kota Mataram bernisial M.

Bukannya mendapatkan keadilan, Baiq Nuril justru mendapatkan hukuman. MA malah memvonis enam bulan penjara dan denda Rp500 juta. Dalam putusannya, MA menilai Nuril melanggar UU ITE dengan menyebarkan informasi elektronik yang mengandung muatan kesusilaan. (ham)

Bagikan Ini :