Wakil Ketua Umum MUI Zainut Tauhid Saadi.Foto:Istimewa

telusur.co.id – Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengajak seluruh umat Islam menjadikan momentum Maulid Nabi Muhammad SAW, untuk selalu berbuat kebajikan. MUI juga mengajak agar umat muslim mewarisi semangat dan misi kenabian yaitu pembebasan dari ketertindasan,  kemiskinan, kebodohan maupun keterbelakangan.

Demikian disampaikan oleh Wakil Ketua Umum MUI Zainut Tauhid Saadi dalam keterangannya kepada telusur.co.id, Senin (19/11/18).

“Hakekat dari misi risalah Nabi Muhammad SAW adalah melakukan pembelaan terhadap kaum yang lemah dan tertindas dengan berempati merasakan beratnya penderitaan mereka (‘azizun ‘alaihi ma ‘anittum),” ujarnya.

“Memberikan rasa aman dan sentosa (harishun `alaikum) dan memberikan rasa belas kasih sayang terhahadap sesama umat manusua (raufun rahim),” sambung Zainut.

Tak hanya itu, MUI juga menyeru kepada kaum .uslimin untuk  mengembangkan sikap toleransi (tasamuh), keseimbangan (tawazun), dan bersikap adil (i’tidal) dalam menjalankan ajaran agama, agar tidak terjebak pada pertentangan dan perselisihan sempit (furuiyyat) yang dapat merusak tali silaturahmi antarumat Islam.

Hal ini, kata Zainut, sesuai dengan misi Nabi Muhammad SAW yang ingin mewujudkan persaudaraan Islam (ukhuwah Islamiyyah) dan  persatuan umat (wihdatul ummah). Sebagaimana yang dilakukan Nabi ketika menyatukan dan mepersaudarakan kaum Muhajirin dan Anshor saat membangun kota Madinah.

Lebih jauh, MUI juga mengajak seluruh umat beragama untuk mengembangkan hidup damai, penuh harmoni dan toleransi (tasamuh) antarumat beragama. Karena, hal ini merupakan spirit aktualisasi dari visi Islam rahmatan li al-‘alamin (agama cinta dan kasih sayang bagi semesta raya). “Spirit maulid tersebut harus diwujudkan melalui sikap dan perilaku keberagamaan yang santun, rukun, toleran, saling menghormati, dan menerima perbedaan keyakinan,” paparnya.

Tak hanya itu, MUI juga berharap agar  semua komponen bangsa untuk menjaga dan merawat NKRI.

“Kemerdekaan Indonesia yang diraih dengan perjuangan dan pengorbanan baik jiwa dan raga seluruh rakyat Indonesia adalah negara perjanjian yang mengikat seluruh komponen bangsa untuk hidup bersama secara damai, rukun dan harmonis. Untuk hal itu harus terus dijaga dan dipertahankan oleh seluruh bangsa Indonesia,” tandasnya. (ham)

Bagikan Ini :