Raja (King) Saudi Arabia, Salman/foto|net

telusur.co.id – Sidang tahunannya Dewan Syura kerajaan Arab Saudi seharusnya menjadi ajang bagi Raja Salman bin Abdulaziz untuk menanggapi berbagai kejadian yang terjadi di dalam maupun luar negeri termasuk kasus pembunuhan jurnalis Jamal Khashoggi.

Namun sayang, sidang dewan syuro kerajaan yang disiarkan televisi itu Raja Arab Saudi tetap bungkam tentang kasus terbunuhnya jurnalis Khashoggi.

Raja Salman hanya menyinggung dan memuji pengadilan negaranya dan penuntutan publik untuk “melaksanakan tugas mereka dalam pelayanan keadilan”, tanpa secara langsung memohon pembunuhan Kahshoggi.

Jurnalis Saudi adalah pembunuhan oleh tim hit Saudi di negara itu di Istanbul pada 2 Oktober.

Padahal, pekan lalu, jaksa Saudi mengumumkan bahwa mereka akan mendorong hukuman mati bagi lima tersangka sehubungan dengan pembunuhan wartawan Saudi, yang tewas di konsulat kerajaan di Istanbul pada 2 Oktober.

Menanggapi pidato Raja Salman, Direktur Pusat Penelitian dan Kebijakan Kebijakan Arab, Marwan Kaballan mengatakan bungkamnya Raja Salman semakin membuktikan jika dirinya tetap membela anaknya dari tuduhan pembunuhan.

“Saya pikir dia ingin seluruh dunia tahu bahwa dia berdiri oleh putranya [Putra Mahkota Mohammad bin Salman],” ungkapnya.

Menurutnya, Raja Salman lebih sreg membahas masalah Palestina adalah “prioritas utama untuk kerajaan”, dan bahwa Riyadh mendukung solusi politik di Suriah, memastikan kembalinya pengungsi Suriah ke tanah air mereka.

Dia juga menegaskan kembali dukungannya bagi upaya PBB untuk mengakhiri perang di Yaman

“Dia mencoba untuk membawa kembali kebijakan luar negeri Saudi ke tempat itu secara tradisional, mengulangi kebijakan Saudi tradisional di Palestina. Dia berbicara tentang Yaman, mengatakan bahwa Arab Saudi sedang mencari solusi politik untuk konflik Yaman. Dia berbicara tentang Suriah dan pengungsi Suriah. Dia berbicara tentang peran negaranya dalam menjaga stabilitas di pasar minyak, “kata Kaballan. (ham)

Bagikan Ini :