Peserta Ujian CPNS 2018 Foto:Bambang Tri P / telusur.co.id

telusur.co.id- Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB) akan melakukan sistem peringkat atau rangking dalam hal seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) 2018. Alasannya, ekspektasi Panitia Seleksi Nasional (Panselnas) CPNS tak terpenuhi dalam memenuhi posisi yang dibutuhkan. Karena, banyak peserta CPNS yang gugur dalam seleksi tahap dua yaitu Seleksi Kompetensi Dasar (SKD).

Demikian disampaikan oleh Menpan RB Syafruddin di Kawasan Menteng, Jakarta, Selasa (20/11/18).

Syafruddin menjelaskan, Panselnas CPNS beberapa kali melakukan rapat evaluasi untuk mencari solusi. Kemudian, muncul dua pilihan, pertama passing grade SKD dihilangkan, kedua lewat sistem ranking dengan passing grade tetap dilakukan. Sistem ranking yang dipakai ialah peringkat 1 sampai dengan 10 dari nilai para peserta CPNS.

“Akhirnya seleksi ketat di ranking, kan nomor 1, kebutuhannya berapa? ya nomor 1-10, sebelas tidak boleh,” kata Syafruddin.

Namun demikian, mantan Wakapolri ini tak menjelaskan secara rinci terkait mekanisme sistem ranking tersebut. Ia hanya memastikan, bagi peserta yang lulus passing grade, mereka akan melaju pada tahap berikutnya. “Jadi tidak ada menurunkan (passing) grade. Gradenya tetap tapi ini harus dilihat,” imbuhnya.

Ia menyatakan, seleksi CPNS kali ini harus kompetitif, profesional dan kredibel. Karena, para peserta yang lulus nanti bakal menjadi pelayan masyarakat.

Selain itu, kata dia, bangsa Indonesia akan mengalami dua masalah besar yaitu revolusi industri 4.0 dan menuju Indonesia 100 tahun merdeka pada 2045. “Jadi tidak boleh mundur, harus maju,” ucapnya.

Sebelumnya, salah satu hasil evaluasi Panselnas CPNS 2018 menyebut para peserta mengeluhkan sulitnya SKD dalam tes karakteristik pribadi (TKP) sehingga membuat ribuan peserta gugur secara massal.[far]

Bagikan Ini :