Ray Rangkuti Direktur eksekutif lingkar Madani/Foto: net

telusur.co.id- Direktur Eksekutif Lingkar Madani (LIMA) Ray Rangkuti menilai, acara reuni 212 yang bakal digelar pada 2 Desember nanti sudah tidak relevan lagi, karena tujuannya sudah tidak jelas.

Ray mencontohkan aksi massa tahun 1998 yang menggulingkan Soeharto, tidak pernah ada kegiatan alumninya.

“Masak demonstrasi ada alumninya. Ini ada – ada saja. Yang besar sekalipun tahun 98, Soeharto jatuh ya jatuh. Ya anggotanya membentuk kelompok-kelompok, ya silahkan saja tapi nggak ada reuni 98;” kata Ray di Kawasan Setia Budi, Jakarta, Rabu (21/11/18).

Ray juga membantah jika reuni alumni 212 ini disebut-sebut ada hubungan dengan dakwah. Menurut dia, reuni ini murni kegiatan politik. .

“Yang mereka tuntut (Basuki Tjahaja Purnama) sudah dipenjara kok. Itu murni politik dan kepentingan politik, ” papar Ray.

“Saya pikir mereka hanya mau mengkapitalisasi agama ini untuk kepentingan politik. Harusnya, dakwah itu harus dibuat lebih tenang. Karena (kampaye Pilpres) sudah mulai panas lagi,” imbuhnya.

Lebih lanjut, Ray berharap, agar reuni 212 tidak di bawa – bawa dengan Islam. “Kasihan agamanya sudah sering di bawa.Karena mereka kan perjuangannya sudah selasai. Jangan dihubungkan dengan agama. Itu tujuannya politik,” ungkapnya..

Bahkan, Ray juga menduga Reuni alumni 212 pada 2 Desember nanti massa nya akan sepi. “Sejak semua tujuannya tercapai, mereka sudah pecah. Diantara mereka melihat sudah gak relevan lagi,” tandasnya.[far]

Bagikan Ini :