Agen SPAK Kemenag bersama KPK dan AIPJ usai melakukan evaluasi, Kamis (22/11/18). FOTO: Dok. Kemenag

telusur.co.id- Gerakan Saya Perempuan Anti Korupsi (SPAK) di lingkungan Kementerian Agama bergeliat cukup masif. Berdasarkan data yang dihimpun oleh Inspektorat Jenderal Kementerian Agama melalui survei capaian SPAK Kemenag, tercatat terdapat 1.271 kegiatan sosialisasi SPAK yang dilaporkan oleh 93 agen SPAK Kemenag dari seluruh Indonesia pada periode Maret – Oktober 2018.

Fakta ini dipaparkan oleh Penasehat Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kementerian Agama Trisna Willy Lukman Hakim saat menjadi narasumber pada Evaluasi Pelaksanaan Program Pencegahan Korupsi SPAK, di Depok, Jawa Barat.

“Saya rasa jumlah sesungguhnya pasti jauh lebih besar dari itu. Karena masih banyak yang belum melaporkan. Agen SPAK kita yang telah mengikuti TOT itu ada 164 orang. Jadi masih ada hampir 50 persen yang belum melaporkan. Kita masih perlu menghitung lagi,” tutur Penasehat Dharma Wanita Persatuan Trisna Willy, Kamis (22/11/18).

Menanggapi masifnya gerakan SPAK di Kemenag, Kepala Bagian Pemberitaan dan Publikasi Biro Humas KPK Yuyuk Andriati Iskak mengapresiasi capaian tersebut. “Keberadaan teman-teman SPAK Kemenag ini sangat membantu. Jadi sekarang setiap saya ke daerah salah satu yang selalu saya temuin ya teman-teman agen SPAK Kemenag,” tutur Yeye, sapaan karibnya.

Ia menambahkan, keberadaan agen SPAK Kemenag yang ada di seluruh provinsi menjadi dukungan bagi KPK untuk melakukan pencegahan tindak pidana korupsi. “Apalagi seringkali ada cerita-cerita inspiratif dari teman-teman agen SPAK Kemenag di daerah. Ini menjadi dukungan bagi kami. Karena bagaimana pun, KPK tidak pernah bisa menjangkau seluruh wilayah Indonesia untuk melakukan pencegahan sendiri,” imbuhnya, dilansir dari laman resmi Kemenag.

Apresiasi senada juga disampaikan aktivis Australia Indonesia Partnership for Justice (AIPJ) Judi Kristianti. Menurut data yang dihimpun, menurut Judi diperkirakan dalam kurun waktu Maret – Oktober 2018,  lebih dari 50 ribu orang telah terpapar nilai-nilai anti korupsi yang disampaikan oleh agen SPAK Kemenag di seluruh Indonesia.  Jumlah ini menurut Judi lebih besar daripada jumlah mereka yang tersosialisasikan nilai anti korupsi oleh agen SPAK umum.

“Ini menunjukkan suatu komitmen, bukan hanya komitmen yang ada di mulut saja, tapi juga dilaksanakan. Bukan saja dari segi jumlah, tapi juga dari segi perubahan-perubahan yang terjadi juga sangat luar biasa,” ujar Judi.

Menurutnya, dengan fakta ini SPAK Kemenag dapat menginspirasi kementerian / lembaga lainnya. “Saya bukan cuma mengapresiasi untuk semangatnya, tapi juga kerelaannya untuk bergerak di gerakan SPAK ini. Apa yang telah dilakukan agen SPAK Kemenag telah menginspirasi teman-teman di kementerian lainnya,” ujar Judi.

Lebih lanjut Judi menuturkan, Kegiatan Evaluasi SPAK yang diinisiasi Itjen Kemenag selama tiga hari, 21-23 November membuktikan bahwa Kemenag serius menangani gerakan ini. Hal ini sesuai dengan apa yang selalu ia sampaikan pada kesempatan pertemuan dengan kementerian / lembaga, bahwa pencegahan korupsi di Kemenag berjalan sangat komprehensif.

“Dalam berbagai forum diskusi dengan kementerian lain, saya ungkapkan bahwa apa yang terjadi di Kemenag, itu merupakan suatu hal yang menyeluruh, komprehensif. Pasti ada contoh dari pemimpinnya, ada kemauan luar biasa dari anggota-anggotanya. Kemudian ada dukungan dari suami-suaminya yang merupakan ASN Kemenag,” ungkap Judi.[tp]

 

Bagikan Ini :