telusur.co.id–  Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) memulai pembangunan Bendungan Sadawarna, di Kabupaten Subang, Provinsi Jawa Barat. Bendungan Sadawarna diharapkan bisa mengatasi permasalahan kebutuhan air irigasi dan air baku yang semakin meningkat dan mengatasi  permasalahan banjir yang berada di Kabupaten Subang dan sekitarnya.

Bendungan ini memiliki kapasitas tampung sebesar 44 juta m3 dengan luas genangan 498 Ha. Manfaat bendungan Sadawarna untuk irigasi seluas 4.500 Ha di Kabupaten Subang seluas 2.500 Ha dan Kabupaten Indramayu seluas 2.000 Ha, sumber air baku masyarakat sebesar 4,48 m3/detik dan potensi tenaga listrik sebesar 3 Megawatt.

Direktur Jenderal Sumber Daya Air (SDA) PUPR, Hari Suprayogi mengatakan, Bendungan Sadawarna merupakan salah satu dari 49 bendungan baru yang ditargetkan dibangun dalam periode 2015-2019. Penyelesaian bendungan diharapkan tepat waktu dan tepat mutu dan mememnuhi keselamatan dan kesehatan kerja (K3) konstruksi.

“Pembangunan dilakukan dengan kerja 3 shift per hari, 7 hari per minggu, dengan tetap memperhatikan K3. Untuk mencegah penyimpangan, dilakukan pengawasan oleh BPK, BPKP dan Inspektorat Jenderal Kementerian PUPR,” kata Hari dalam keterangan persnya, Sabtu (24/11/18).

Sementara itu, Kepala Pusat Bendungan Ditjen SDA, Ni Made Sumiarsih menambahkan pembangunan Bendungan Sadawarna dilaksanakan oleh Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citarum Ditjen SDA Kementerian PUPR ditargetkan rampung pada bulan Oktober 2022.

Bendungan Sadawarna menjadi bendungan baru keenam yang telah ditandatangani kontraknya pada tahun 2018. Sebelumnya telah ditandatangani kontrak pembangunan Bendungan Tiga Dihaji di Provinsi Sumatera Selatan, Bendungan Bener di Provinsi Jawa Tengah serta Bendungan Sidan di Provinsi Bali pada 16 Oktober 2018.

Dua lainnya yakni Bendungan Randugunting di Kabupaten Blora dan Bendungan Jlantah di Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah pada 8 November 2018.[Ham]

Bagikan Ini :