Net

telusur.co.id – Posko Krisis Center Bandara Depati Amir Pangkalpinang secara resmi ditutup, Hal itu, lantaran Tim DVI Mabes Polri telah menghentikan operasi identifikasi jenazah korban Lion Air JT 610 yang jatuh di Perairan Tanjung Kerawang, Jawa Barat pada Jumat (23/11/18).

Begitu disampaikan Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, Erzaldi Rosman Djohan pada sabtu (24/11/18).

Menurut dia, jika masih ada keluarga korban yang masih mencari keterangan bisa menyambangi Pemerintah Daerah (Pemda).

“Bagi keluarga korban yang belum mendapatkan kejelasan jenazah anggota keluarganya agar dapat berkoordinasi dengan tim sekretariat pemerintah daerah setempat,” kata dia.

Dengan ditutupnya posko Erzaldi menyampaikan banyak terima kasih pada semua stakeholder dan semua pihak yang berkontribusi dan bahu membahu memberikan pelayanan maksimal kepada keluarga korban kecelakaan pesawat.

Hingga saat ini lanjut dia, sudah 43 dari 56 jumlah jenazah korban pesawat JT 610 yang berhasil diidentifikasi dan diserahkan kepada keluarga, sementara 13 jenazah lainnya belum teridentifikasi.

“Kita telah membentuk tim untuk membantu keluarga korban yang jenazah anggota keluarganya belum teridentifikasi, agar mereka bisa mendapatkan informasi yang dibutuhkannya,” katanya.

Sementara itu, Kepala BPBD Provinsi Kepulauan Babel, Mikron Antariksa mengatakan jenazah korban yang belum teridentifikasi akan ditetapkan telah meninggal melalui keputusan Pengadilan Tinggi Jakarta.

“Dengan adanya keputusan pengadilan ini tentu akan memudahkan keluarga mengurus surat keterangan kematian anggota keluarganya dan persyaratan administrasi dalam mengurus santunan, asuransi dan lainnya,” ujarnya.[far]

Bagikan Ini :