Gambar Ilustrasi/Net

Oleh: M. Izzul Muslimin
(Mantan Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah)

Sepanjang ingatan saya, sejak adanya Pemilihan Presiden secara langsung di Indonesia, Muhammadiyah selalu membuat pedoman dan petunjuk bagi warganya.

Pedoman dan petunjuk itu dimaksudkan agar warga Muhammadiyah tidak dibiarkan memilih pemimpin negara yang sangat penting bagi masa depan Indonesia sehingga tidak sembarangan memilih atau salah pilih.

Pedoman dan petunjuk itu berisi antara lain tentang prinsip-prinsip sikap Muhammadiyah yang harus diperhatikan warganya.

Muhammadiyah tidak ingin warganya terjebak dalam politik tanpa nilai sehingga ketika memilih pemimpin negara hanya berdasar pertimbangan pragmatis apalagi transaksional, dan mengabaikan apa yang menjadi semangat amanat penderitaan rakyat.

Muhammadiyah memang tidak pernah secara eksplisit menentukan apalagi menyebut siapa yang harus dipilih, karena pada dasarnya Muhammadiyah menyadari bahwa warganya cukup memiliki pemahaman, kecerdasan, dan kematangan politik sehingga mampu menerjemahkan apa yang menjadi prinsip-prinsip dasar ke-Muhammadiyahan.

Dalam konteks inilah Prof HM Amien Rais mengingatkan bahwa Pimpinan Pusat Muhammadiyah pasti juga akan mengeluarkan pedoman dan petunjuk menghadapi Pilpres 2019 nanti. Jika sampai tidak ada pedoman dan petunjuk (dan itu kemungkinan besar tidak akan terjadi), maka wajar jika sebagai sesepuh Muhammadiyah Pak Amien siap ‘menjewer’.

Tentu ungkapan tersebut adalah ciri khas Pak Amien yang sudah menjadi pemahaman umum bagi warga Muhammadiyah.

Jika ada warga Muhammadiyah yang tidak paham dengan ungkapan Pak Amien tersebut, barangkali masih belum lama jadi warga Muhammadiyah atau mengenal beliau hanya dari konon katanya. Belum mengenal Pak Amien Rais dari dekat.[sep]

Wallahu a’lam.

Bagikan Ini :