ISIS buatan AS/globalresearch.ca

telusur.co.id – Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov mengatakan, Amerika Serikat (AS) memandang Daulah Islam (Daesh) alias Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) sebagai sebuah sekutu yang akan digunakan untuk perubahan sistem di Suriah.

Dalam pernyataan kepada wartawan, Lavrov mengungkapkan, AS memanfaatkan ISIS sebagai dalih untuk mempertahankan kehadiran ilegalnya di Suriah.

“Misi utama Amerika di Suriah tetap mengubah sistem, bukan mengalahkan teroris,” ungkapnya seperti dilansir Sputniknews, Sabtu (24/11/18).

“Departemen Luar Negeri AS sudah menyatakan bahwa ISIS belum sepenuhnya dikalahkan, dan syarat utama untuk mengalahkannya adalah perubahan sistem di Suriah,” jelas Lavrov.

Dia menuturkan, bahwa sisa-sisa kegiatan ISIS di Suriah sekarang terpusat di wilayah yang dikendalikan oleh Amerika di bagian barat Sungai Eufrat.

“Ini juga termasuk daerah di sekitar distrik al-Tanf di selatan Suriah, di mana AS secara ilegal menciptakan zona yang mereka kendalikan dengan radius 55 km,” ujarnya. [Far]

Bagikan Ini :