BPJS Ketenagakerjaan/Net

telusur.co.id- Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan Surakarta mengimbau setiap perusahaan agar mengikutsertakan para karyawannya pada jaminan sosial tenaga kerja. Diharapkan, para perusahaan tidak mengambil rejiko dengan membiarkan para karyawan tak memiliki jaminan sosial.

“Sampai saat ini kami masih gencar melakukan sosialisasi dan edukasi kepada perusahaan,” kata Kepala BPJS Ketenagakerjaan Surakarta Suwilwan Rachmat di Solo, Jawa Tengah, Rabu (28/11/18).

Sebagai contoh, kata Suwilwan, jika perusahaan itu memiliki 100 karyawan dan hanya 50 di antaranya yang diikutsertakanl, maka 50 karyawan yang tidak diikutsertakan menjadi risiko perusahaan tersebut.

“Padahal jika semua didaftarkan, keuntungan bisa diperoleh perusahaan maupun karyawan,” klaimnya.

Seperti program pensiun yang sifatnya jangka panjang, menurut dia untuk peserta tetap setiap bulannya sudah bisa memperoleh manfaat berkala.

“Walaupun baru ikut 1 bulan maka ahli waris atau si peserta ini sudah dapat pensiunan perbulan,. Selain itu, misalnya baru ikut 1 tahun dan si peserta meninggal dunia maka sudah bisa ikut manfaat berkala,” katanya.

Ia mengatakan saat ini yang menjadi sasaran edukasi BPJS Ketenagakerjaan adalah proyek swasta maupun pemerintah.

“Sekarang kan sedang gencar-gencarnya pelaksanaan proyek. Kalau untuk jasa kontruksi di wilayah Soloraya, kami juga gencar memberikan edukasi dan melakukan komunikasi dengan pemda dan kejaksaan,” katanya.

Ia menilai secara umum kondisi di Soloraya cukup bagus karena terjalinnya koordinasi antara BPJS Ketenagakerjaan dengan pemda terkait. Sementara itu, terkait dengan kepesertaan pekerja proyek, akan dilaksanakan selama proyek tersebut berlangsung.

“Kami ‘cover’ berdasarkan lamanya proyek, misalnya enam bulan maka selama itu akan kami ‘cover’,” katanya.

Sebelumnya, Willy menyampaikan selama tahun 2018, di sektor jasa konstruksi telah terjadi sembilan kasus kecelakaan kerja, 4 di antaranya meninggal dunia. Sedangkan untuk klaim yang dibayarkan mencapai Rp397.277.302. Dan, selama tahun 2018 jumlah proyek yang terdaftar sudah mencapai 611 proyek.[tp]

Bagikan Ini :