Wakil Ketua DPR Fadli Zon (kiri) dan Pakar Komunikasi Prof. Hamdi Muluk

telusur.co.id – Tuduhan lawan politik terhadap pandangan Prabowo-Sandi terkait isu Palestina-Israel, dinilai Wakil Ketua DPR Fadli Zon sebagai tuduhan menyesatkan.

Menurut Fadli Zon yang juga Wakil Ketua Umum DPP Partai Gerindra, Prabowo-Sandi secara tegas mendukung kemerdekaan Palestina. Kemerdekaan Palestina menentukan perdamaian di kawasan Timur Tengah dan wilayah lain.

“Pandangan lawan politik yang menuduh Prabowo-Sandi mendukung penjajahan Israel di Palestina, sangat menyesatkan dan berbau fitnah,” ujar Fadli Zon, Rabu.

Jika dasarnya pernyataan Pak Prabowo dalam wawancara door stop di acara International Economic Forum, jelas sangat keliru. Tak ada pernyataan Pak Prabowo, baik eksplisit maupun implisit, yang mendukung penjajahan Israel di Palestina.

“Tuduhan tersebut menyesatkan. Sejak dulu Pak Prabowo pendukung Palestina merdeka bahkan ikut membantu masyarakat Palestina dalam berbagai kesempatan secara moril maupun materiil.”

Kata Fadli, Prabowo-Sandi secara tegas menyatakan kemerdekaan Palestina adalah mutlak dan mandat konstitusi. Di level kebijakan, Gerindra mendorong penyelesaian konflik Palestina dan Israel.

“Kita mengutuk agresi dan pendudukan Israel terhadap Palestina. Ini sikap resmi kami. Dan secara tertulis, agenda tersebut menjadi fokus di dalam visi misi Prabowo-Sandi. Tepatnya di dalam Program Aksi Bidang Politik, Hukum, dan Hankam,” katanya.

Semestinya, sebelum mengeluarkan tuduhan yang menyesatkan, dengarkan baik-baik pernyataan Pak Prabowo. Redaksional Pak Prabowo sangat jelas; menegaskan Indonesia sebagai pendukung Palestina.

Dan ini pernyataan pertama yang keluar, sebelum pernyataan Pak Prabowo yang terkait urusan Australia. Sehingga, tuduhan bahwa Prabowo-Sandi mendukung penjajahan Israel di Palestina, lebih sebagai upaya pemelintiran opini sebagian media yang sengaja diresonansi oleh lawan politik. Bagi Prabowo-Sandi kemerdekaan Palestina harga mati.

“Bagi Prabowo-Sandi dan Gerindra, kemerdekaan Palestina adalah sikap yang tak bisa ditawar. Ini mandat konstitusi. Karena itu, seharusnya setiap ada isu terkait Palestina, termasuk jika itu berhubungan dengan Australia sekalipun, Presiden dapat menyatakan sikapnya secara langsung. Sebab yang saya dengar, pernyataan terkait sikap Australia ini baru disampaikan oleh menteri luar negeri. Bukan oleh Presiden.”

Dengan posisi Indonesia yang saat ini duduk di Dewan Keamanan PBB, Prabowo-Sandi melihat posisi Presiden seharusnya bisa lebih aktif merespon isu keamanan global. Apalagi, terkait perdamaian di Palestina, yang telah menjadi jantung politik luar negeri Indonesia. “Mari kita dukung kemerdekaan Palestina dan Yerusalem menjadi ibukota Palestina,” tuntasnya. (ham)

Bagikan Ini :